27.9 C
Jakarta
Jumat, Februari 6, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSPemerintah Siapkan Talenta Siber dan AI Hadapi Ancaman Digital

Pemerintah Siapkan Talenta Siber dan AI Hadapi Ancaman Digital

Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan ganda di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah ini dipandang penting untuk menghadapi ancaman digital yang semakin kompleks, bersifat personal, dan meluas.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan bahwa kebijakan tersebut merupakan respons strategis terhadap dinamika ancaman siber yang kini tidak hanya menargetkan sistem berskala besar, tetapi juga perangkat serta data pribadi masyarakat.

“Kemkomdigi merespons secara aktif perkembangan keamanan siber dari tingkat global hingga nasional dengan menyiapkan talenta melalui pelatihan-pelatihan,” ujar Nezar dalam keterangannya pada kegiatan Workshop Cybersecurity di BPSDMP Komdigi Yogyakarta, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (31/01).

Ia menjelaskan, penguatan sumber daya manusia dilakukan melalui berbagai program pelatihan di balai pengembangan SDM, termasuk Digital Talent Scholarship yang kini telah mengintegrasikan materi keamanan siber dan AI. Di samping itu, pemerintah juga menyiapkan skema khusus pengembangan talenta lewat program AI Talent Factory.

“Kita memperkuat pengembangan talenta yang lebih terfokus dalam satu program yang kita sebut AI Talent Factory. Saat ini bekerja sama dengan Universitas Brawijaya, menyusul ITS dan UGM, serta sejumlah kampus lain,” jelasnya.

Melansir dari laman infopublik, Nezar Patria juga menyoroti perubahan pola serangan siber yang semakin canggih seiring pemanfaatan AI. Menurutnya, kecepatan dan skala ancaman berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan pertahanan, baik pada level institusi maupun perangkat pribadi masyarakat.

“Perkembangan kemampuan serangan itu skalanya jauh lebih besar ketimbang kemampuan untuk bertahan. Ini cukup mengkhawatirkan,” katanya.

Dalam upaya melindungi masyarakat, ia menekankan pentingnya peningkatan kesadaran akan keamanan digital. Publik diimbau untuk menerapkan praktik perlindungan yang lebih baik, seperti penggunaan kata sandi yang kuat serta aktivasi sistem keamanan berlapis pada perangkat digital.

“Kita menyebarkan awareness agar publik paham menggunakan gawai secara aman, memakai password yang lebih kompleks, multi-factor authentication, bahkan kunci fisik yang sudah mulai dipakai sejumlah platform,” ujar Nezar.

Tak hanya itu, pemerintah juga mendorong para pengembang layanan digital untuk menerapkan prinsip security by design, di mana aspek keamanan menjadi bagian utama sejak tahap perancangan sistem.

“Sejak awal mereka harus melakukan review terhadap ketahanan siber dan comply dengan standar-standar baru di tengah dinamika AI yang sangat cepat,” tegasnya.

Melalui penguatan talenta digital dan pembangunan arsitektur keamanan yang kokoh, pemerintah menegaskan perannya dalam melindungi masyarakat di ruang digital sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif di era kecerdasan artifisial.

Baca Juga

Kemenag Latih 100 Fasilitator BRUS, Pembinaan Remaja Diperkuat

Jakarta - Kementerian Agama menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi...

Terjebak Hujan? Simak Tips Aman Berkendara Agar Mobil Tak Rusak

Jakarta - Hujan lebat kerap membuat kondisi jalan menjadi...

Rumah Potong Hewan Dilarang Main Harga Daging, Mentan Siapkan Sanksi Tegas

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan...

MRT Bakal Tembus Banten, Jalur Kembangan Balaraja Disiapkan

Jakarta - PT MRT Jakarta bersama sejumlah pengembang menandatangani...

Belanja dengan ZU Point Kini Bisa Ditukar Jadi Tiket Pesawat

Jakarta - ZU, program loyalitas yang mengintegrasikan beragam brand...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini