31.2 C
Jakarta
Selasa, Februari 10, 2026
BerandaKATA EKBISPERHUBUNGANJakpro Dorong Manggarai Jadi Pusat Integrasi Antarmoda Strategis

Jakpro Dorong Manggarai Jadi Pusat Integrasi Antarmoda Strategis

Jakarta – PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menegaskan komitmennya dalam mengembangkan kawasan Manggarai sebagai pusat integrasi transportasi antarmoda yang strategis.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan Stasiun LRT Jakarta Fase 1B lintas Velodrome–Manggarai. Proyek ini menjadi bagian dari dukungan Jakpro terhadap program Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menjadikan Manggarai sebagai simpul transportasi terpadu yang mendukung mobilitas warga secara efisien.

Stasiun Manggarai LRT Jakarta dirancang terhubung langsung dengan sejumlah moda transportasi utama, seperti KRL Commuter Line, Kereta Api Bandara, serta layanan Transjakarta. Integrasi ini diharapkan dapat menghadirkan perpindahan antarmoda yang lebih praktis, cepat, dan nyaman bagi pengguna transportasi publik.

Direktur Teknik dan Pengembangan Jakpro, Dian Takdir, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan Manggarai tidak hanya berorientasi pada pembangunan sarana transportasi, tetapi juga mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi, inklusif, serta berfokus pada peningkatan aktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran Stasiun Manggarai LRT Jakarta diyakini akan memberikan manfaat langsung bagi warga di sekitarnya.

“Melalui integrasi antarmoda ini, kami berharap mobilitas masyarakat semakin mudah dan pada saat yang sama mampu mendorong peningkatan aktivitas serta nilai ekonomi warga Manggarai dan sekitarnya,” ujar Dian dikutip dari laman berita jakarta, Senin (9/2).

Dian juga mengungkapkan bahwa pada Desember 2025, Jakpro telah melakukan penjajakan kerja sama dengan PT Pasaraya Tosersajaya sebagai bagian dari pengembangan kawasan berbasis TOD. Saat ini, proses tersebut masih berada pada tahap awal, meliputi pemetaan potensi, penyusunan kajian, serta perumusan skema kolaborasi yang paling optimal.

“Sejalan dengan arah pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, pengembangan Stasiun Manggarai LRT Jakarta menjadi bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang terkoneksi, berkelanjutan, dan inklusif, serta memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat,” jelasnya.

Integrasi antarmoda tersebut diharapkan mampu mendorong pergerakan masyarakat sekaligus mengoptimalkan aktivitas ekonomi lokal.

“Akses yang semakin baik diyakini dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat nilai ekonomi kawasan Manggarai tanpa menghilangkan karakter sosial dan aktivitas warganya,” tandas Dian.

Selain mendukung mobilitas perkotaan, LRT Jakarta yang beroperasi menggunakan tenaga listrik juga berkontribusi terhadap agenda pengurangan emisi karbon di wilayah perkotaan.

Secara kumulatif, pengoperasian LRT Jakarta Fase 1A dan 1B diproyeksikan mampu menekan emisi hingga 2.927.250 ton CO2e, seiring berkurangnya emisi karbon per penumpang per kilometer dibandingkan penggunaan kendaraan pribadi.

Baca Juga

Pasar Global Bergejolak, DBS Indonesia Bekali Nasabah Strategi Investasi Tangguh

Jakarta - Bank DBS Indonesia menggelar acara bertajuk “Unlocking...

Konsumsi Naik Industri Bergairah, Menkeu Purbaya Optimistis Hadapi 2026

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa...

UMKM dan Kreator Wajib Tahu, Kemkomdigi Bagikan 8.000 Canva Pro Gratis

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memperluas akses...

16 Tanggul Rusak Ancam Warga, Pemkab Bekasi Ajukan Skema Pembiayaan Bersama

Subang - Pemerintah Kabupaten Bekasi mengajukan permohonan dukungan kepada...

Jateng Siap Jadi Magnet Timur Tengah, Pariwisata Halal Jadi Andalan 2027

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menetapkan pengembangan pariwisata...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini