Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk mengalihkan pengelolaan layanan transportasi laut dari wilayah daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Selama ini, layanan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu masih berada di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Operasionalnya juga selama ini banyak dijalankan secara mandiri oleh masyarakat di wilayah kepulauan.
Pramono mengatakan, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kinerja Transjakarta dalam mengelola layanan transportasi umum di Jakarta.
“Saya memutuskan untuk mengelola transportasi dari Jakarta daratan ke Kepulauan Seribu, itu akan dikelola oleh Transjakarta,” ujar Pramono di RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8).
Menurut dia, kinerja Transjakarta di lima wilayah administrasi Jakarta menunjukkan perkembangan positif. Salah satu indikatornya terlihat dari terus meningkatnya jumlah masyarakat yang menggunakan layanan bus Transjakarta.
“Bulan lalu saja naik menjadi 14,99 persen, ini kenaikannya,” katanya.
Pramono menilai peningkatan jumlah penumpang tersebut menjadi tanda bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan Transjakarta semakin tinggi.
Atas dasar itu, dia berpandangan pengelolaan transportasi laut menuju Kepulauan Seribu juga dapat dilakukan secara lebih efektif apabila berada di bawah Transjakarta.
Meski keputusan sudah dibuat, proses pengalihan kewenangan tersebut belum langsung diterapkan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih mematangkan mekanisme transisi, termasuk menyiapkan sejumlah perubahan regulasi.
“Nanti mekanismenya sedang dimatangkan karena harus merubah Perda, Pergub, dan nanti berapa tarifnya,” kata dia.
Pramono juga memastikan tarif transportasi laut menuju Kepulauan Seribu nantinya akan diupayakan lebih terjangkau bagi masyarakat.
“Yang pasti tarifnya akan lebih murah kalau dikelola secara profesional seperti apa yang dilakukan saat ini di Transjakarta,” ucap Pramono.

