31.9 C
Jakarta
Selasa, Agustus 11, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALGerhana Matahari Total Akan Gelapkan Sejumlah Wilayah, Indonesia Tak Termasuk

Gerhana Matahari Total Akan Gelapkan Sejumlah Wilayah, Indonesia Tak Termasuk

Jakarta – Masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan secara langsung Gerhana Matahari Total yang akan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan jalur gerhana tidak melintasi wilayah Indonesia. Selain itu, proses gerhana terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam waktu malam.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran daring.

“Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Ayu dalam keterangan BMKG yang dikutip Senin (10/8).

BMKG menyebut sejumlah wilayah berpeluang menyaksikan Gerhana Matahari Total secara langsung. Di antaranya kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara.

Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung selama beberapa jam. Fase awal berupa Gerhana Matahari Sebagian (P1) dimulai pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB.

Kemudian, fase Gerhana Matahari Total di lokasi awal (U1) berlangsung pada pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB. Adapun puncak gerhana terjadi pukul 17.45 UT atau 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026.

Rangkaian fenomena tersebut kemudian berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB pada 13 Agustus 2026.

Gerhana Matahari Total merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus dalam fase Bulan Baru. Kondisi tersebut membuat piringan Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari jika dilihat dari wilayah tertentu di Bumi.

Daerah yang berada tepat di bawah jalur bayangan inti Bulan atau umbra akan mengalami kondisi siang yang berubah menjadi gelap untuk beberapa waktu. Sementara itu, wilayah yang berada dalam area penumbra hanya dapat melihat sebagian permukaan Matahari tertutup Bulan sehingga terjadi Gerhana Matahari Sebagian.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah yang dapat menyaksikan gerhana agar memperhatikan keselamatan mata. Matahari tidak boleh dilihat secara langsung tanpa perlindungan yang sesuai.

Pengamatan harus dilakukan menggunakan kacamata khusus yang memiliki filter Matahari untuk mencegah paparan cahaya Matahari merusak mata.

Baca Juga

KSPI dan Partai Buruh Desak Pajak Pencairan JHT Dihapus, Pemerintah Buka Kajian

Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai...

Main Sambil Berkreasi, Spider-Man hingga Ultraman Hadir di Toys Kingdom

Jakarta - Karakter superhero tidak hanya hadir sebagai tontonan,...

BPK Tegaskan WTP Bukan Tujuan Akhir, Ini yang Harus Dilakukan Kementerian Lembaga

Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengingatkan kementerian dan...

BPS Catat Kemiskinan Indonesia Turun, 430 Ribu Warga Keluar dari Garis Miskin

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat kemiskinan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini