29.9 C
Jakarta
Selasa, September 15, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALGerhana Matahari Total Akan Gelapkan Sejumlah Wilayah, Indonesia Tak Termasuk

Gerhana Matahari Total Akan Gelapkan Sejumlah Wilayah, Indonesia Tak Termasuk

Jakarta – Masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan secara langsung Gerhana Matahari Total yang akan berlangsung pada Rabu, 12 Agustus 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan jalur gerhana tidak melintasi wilayah Indonesia. Selain itu, proses gerhana terjadi ketika sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam waktu malam.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran daring.

“Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA,” kata Ayu dalam keterangan BMKG yang dikutip Senin (10/8).

BMKG menyebut sejumlah wilayah berpeluang menyaksikan Gerhana Matahari Total secara langsung. Di antaranya kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara.

Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung selama beberapa jam. Fase awal berupa Gerhana Matahari Sebagian (P1) dimulai pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB.

Kemudian, fase Gerhana Matahari Total di lokasi awal (U1) berlangsung pada pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB. Adapun puncak gerhana terjadi pukul 17.45 UT atau 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026.

Rangkaian fenomena tersebut kemudian berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB pada 13 Agustus 2026.

Gerhana Matahari Total merupakan fenomena astronomi yang terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada satu garis lurus dalam fase Bulan Baru. Kondisi tersebut membuat piringan Bulan menutupi seluruh permukaan Matahari jika dilihat dari wilayah tertentu di Bumi.

Daerah yang berada tepat di bawah jalur bayangan inti Bulan atau umbra akan mengalami kondisi siang yang berubah menjadi gelap untuk beberapa waktu. Sementara itu, wilayah yang berada dalam area penumbra hanya dapat melihat sebagian permukaan Matahari tertutup Bulan sehingga terjadi Gerhana Matahari Sebagian.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah yang dapat menyaksikan gerhana agar memperhatikan keselamatan mata. Matahari tidak boleh dilihat secara langsung tanpa perlindungan yang sesuai.

Pengamatan harus dilakukan menggunakan kacamata khusus yang memiliki filter Matahari untuk mencegah paparan cahaya Matahari merusak mata.

Baca Juga

Begini Awal Mula Si Doel Anak Sekolahan Lahir, Rano Karno Punya Obsesi Ini

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri...

Viral Karnaval Maulid di Pekalongan, MUI Buka Suara

katafoto, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti pelaksanaan...

PFI Yogyakarta Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

katafoto, Yogyakarta - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta menggelar...

Pemerintah Kejar Target Lindungi Sawah, Banten dan Bali Jadi Sorotan

Jakarta - Pemerintah terus mempercepat perlindungan lahan pertanian guna...

BI dan India Bahas Transaksi Mata Uang Lokal, Ada Rencana Perluasan Pembayaran QR

katafoto, India - Bank Indonesia (BI) mendorong negara-negara anggota...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini