Jakarta – Menjelang arus mudik Lebaran, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyiapkan berbagai layanan di sejumlah titik kedatangan untuk menyambut kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Tanah Air.
Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga, menyampaikan bahwa petugas telah disiagakan di berbagai lokasi strategis. Beberapa di antaranya meliputi halte layanan PMI, lounge PMI di bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas negara.
“Petugas pelayanan kami di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah disiagakan. Ini merupakan arahan langsung Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia agar pelayanan bagi PMI yang pulang ke Tanah Air dapat berjalan optimal,” ujarnya usai rapat persiapan penanganan kepulangan PMI menjelang Lebaran di Bandara Soekarno-Hatta, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (13/3).
Ia menjelaskan, petugas di lapangan akan membantu berbagai kebutuhan para PMI yang baru tiba di Indonesia. Bantuan tersebut mencakup proses kepulangan hingga penanganan apabila terjadi kendala selama perjalanan.
“Kami telah menyiapkan petugas dari 23 Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) di seluruh Indonesia yang siap memberikan pelayanan, termasuk jika ada PMI yang mengalami kendala atau kerugian dalam perjalanan,” katanya.
Terkait perkiraan jumlah PMI yang akan kembali ke Indonesia selama periode mudik tahun ini, Mangiring menyebut pihaknya belum memiliki data pasti. Hal tersebut karena perhitungan resmi biasanya dikoordinasikan oleh Direktorat Pemulangan.
“Untuk prediksi jumlah PMI yang pulang biasanya dikoordinasikan oleh Direktorat Pemulangan. Saat ini kami belum dapat memastikan angkanya,” ujarnya.
Meski belum ada angka resmi, Mangiring memperkirakan jumlah PMI yang pulang pada musim mudik tahun ini berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada mudik Lebaran tahun lalu tercatat sekitar 14 ribu PMI kembali ke Indonesia.
“Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan jumlah PMI yang pulang bisa meningkat,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa sebagian besar PMI yang pulang saat musim mudik biasanya berasal dari negara-negara dengan jumlah penempatan pekerja migran terbesar.
“Biasanya yang paling banyak berasal dari Malaysia, kemudian Singapura, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah,” jelasnya.
Sementara itu, terkait informasi mengenai penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah, Mangiring memastikan hingga saat ini belum ada laporan PMI yang tertahan akibat kondisi tersebut.
“Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada PMI yang tertahan. Bahkan sebelumnya ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa PMI terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya,” pungkasnya.

