26.2 C
Jakarta
Sabtu, Juli 11, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALBMKG Ungkap Musim Kemarau Datang, Hujan Lebat Masih Mengintai

BMKG Ungkap Musim Kemarau Datang, Hujan Lebat Masih Mengintai

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan musim kemarau 2026 akan mulai secara bertahap di sejumlah wilayah Indonesia. Hingga awal Juni 2026, sekitar 28,6 persen zona musim di Tanah Air telah memasuki periode kemarau, meskipun hujan lebat dan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di beberapa daerah.

Berdasar prakiraan cuaca mingguan yang dirilis BMKG, wilayah yang lebih dulu memasuki musim kemarau umumnya berada di kawasan Indonesia bagian selatan. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Australia yang membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia sehingga mengurangi peluang terbentuknya awan hujan.

BMKG mencatat suhu udara maksimum di atas 35 derajat Celsius terjadi pada periode 1 hingga 3 Juni 2026 di sejumlah daerah. Wilayah tersebut meliputi Sumatra Utara, Riau, Lampung, Banten, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Papua Barat, dan Papua Selatan.

Meski musim kemarau mulai berkembang, hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat masih mengguyur berbagai wilayah, terutama di Indonesia bagian utara. Curah hujan harian tertinggi tercatat di Sumatra Utara mencapai 73,3 milimeter per hari, disusul Papua Tengah 72,8 milimeter per hari, Kalimantan Tengah 61,6 milimeter per hari, Kepulauan Bangka Belitung 60 milimeter per hari, Kalimantan Utara 57,4 milimeter per hari, serta Papua Barat 57,1 milimeter per hari.

BMKG menjelaskan kondisi atmosfer global dan regional saat ini masih mendukung terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Di Samudra Pasifik, fenomena La Nina Condition terpantau melalui nilai indeks Nino 3.4 sebesar +0,69 dan Southern Oscillation Index (SOI) sebesar -16. Kondisi tersebut secara umum berpengaruh terhadap berkurangnya potensi curah hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Sementara itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) diperkirakan berada pada fase 7 hingga 8 dan masih aktif secara spasial di wilayah Papua bagian tengah hingga timur. Selain itu, gelombang Kelvin diprediksi aktif di sebagian besar wilayah Indonesia dengan pergerakan dari barat ke timur, sedangkan gelombang Rossby Ekuatorial diprakirakan aktif di wilayah utara Pulau Sumatra.

BMKG juga mendeteksi potensi terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini dapat memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Barat Daya, serta perairan sekitarnya yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan memicu cuaca ekstrem.

Sejumlah Daerah Masih Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG memprakirakan cuaca pada periode 5 hingga 7 Juni 2026 masih didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di berbagai wilayah Indonesia.

Potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang dengan status peringatan dini kategori Siaga diperkirakan terjadi di Maluku, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.

Sementara itu, pada periode 8 hingga 11 Juni 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpeluang mengalami hujan ringan hingga lebat. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini kategori Siaga untuk wilayah Papua Pegunungan yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Risiko yang perlu diantisipasi antara lain banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga gangguan terhadap aktivitas transportasi.

Baca Juga

Resmikan B50, Prabowo Sebut Indonesia Hemat Rp170 Triliun dari Impor Energi

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan peluncuran Biodiesel B50...

Shelter Grab Thamrin-Bundaran HI Resmi Beroperasi 24 Jam

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Shelter...

Prabowo Bakal Tutup BUMN Bermasalah, Penghematan Tembus Rp70 Triliun

Nusa Tenggara Barat  - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah...

Pangkas Perizinan KLB, Pramono Sebut Tak Ada Lagi Celah

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa...

Restoran Indonesia 1968 di Hong Kong Resmi Tutup Usai 58 Tahun Beroperasi

Restoran Indonesia 1968, salah satu pelopor kuliner Indonesia di...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini