30.2 C
Jakarta
Rabu, Mei 6, 2026
BerandaKATA EKBISCSR dan ESGWarga Kini Bisa Buang Sampah Dapat Voucher Belanja, Begini Caranya

Warga Kini Bisa Buang Sampah Dapat Voucher Belanja, Begini Caranya

Jakarta – Nestlé Indonesia kembali mendukung pengelolaan sampah rumah tangga dengan meresmikan lima fasilitas Waste Station terbaru hasil kolaborasi dengan Alfamart. Fasilitas tersebut tersebar di sejumlah gerai ritel di Jakarta, Bandung, dan Bali, sehingga memudahkan masyarakat menyetorkan sampah anorganik di sela aktivitas belanja harian.

Operasional fasilitas didukung oleh Rekosistem, termasuk dalam proses pengumpulan dan pemilahan lanjutan dan Kementerian Lingkungan Hidup serta Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah nasional.

Koordinator Pokja Tata Laksana Produsen Direktorat Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular Kementerian Lingkungan Hidup, Ujang Solihin Sidik, mengapresiasi kolaborasi tersebut.

“Kami mengapresiasi upaya Nestlé Indonesia bersama dengan Alfamart dalam menghadirkan fasilitas Waste Station yang semakin menjangkau masyarakat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci dalam mendorong pengelolaan sampah secara holistik dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Di saat yang sama, pengelolaan sampah nasional tidak bisa lagi bergantung pada pendekatan konvensional yang berakhir di TPA. Diperlukan intervensi nyata dari hulu, termasuk peran aktif produsen dan akses fasilitas yang dekat dengan masyarakat. Inisiatif seperti ini perlu terus diperluas untuk mempercepat pencapaian target pengurangan sampah nasional dan implementasi ekonomi sirkular di Indonesia,” ujarnya.

Peresmian lima fasilitas baru ini menambah total menjadi 15 titik Waste Station yang telah dihadirkan di sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Sejak diluncurkan pada 2023, program ini menunjukkan kinerja yang terus meningkat. Hingga awal 2026, fasilitas tersebut telah menyerap lebih dari 244.000 kilogram sampah.

Sepanjang 2025, volume pengumpulan mencapai 126,16 ton atau meningkat 46,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Partisipasi pengguna juga meningkat menjadi lebih dari 14.154 orang atau tumbuh 44,6 persen secara tahunan, dan tren ini berlanjut hingga kuartal pertama 2026.

Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia, Fajar Dewantara, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi persoalan sampah yang semakin kompleks.

“Nestlé Indonesia berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam pengembangan kemasan berkelanjutan dan juga pengelolaan sampah kemasan pasca konsumsi. Kami percaya dalam menghadapi tantangan persampahan yang semakin kompleks, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci. Melalui Nestlé Indonesia Waste Station, kami ingin mendorong peran aktif industri, ritel, mitra pengelola sampah, dan masyarakat untuk bersama sama membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta memberikan dampak nyata yang bermakna bagi lingkungan,” ujarnya.

Melalui kolaborasi dengan Alfamart yang memiliki jaringan luas dan dekat dengan kawasan permukiman, fasilitas Waste Station dirancang untuk mendorong kebiasaan pengelolaan sampah dari rumah. Pengguna dapat menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah dan dibersihkan, melakukan registrasi melalui pemindaian QR code, serta memperoleh poin berdasarkan jenis dan jumlah sampah. Poin tersebut dapat ditukarkan dengan voucher belanja sebagai insentif partisipasi.

Property and Development Director Alfamart, Hans Harischandra, menyatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keberlanjutan.

“Melalui Waste Station yang terintegrasi dengan aktivitas belanja sehari-hari, kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi konsumen, di mana berbelanja tidak hanya memenuhi kebutuhan, tetapi juga memberikan kontribusi langsung bagi lingkungan. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus diperluas ke lebih banyak titik gerai Alfamart di berbagai wilayah, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk terus bergerak menuju green retailing leader di Indonesia, melalui berbagai inisiatif berkelanjutan yang melibatkan pelanggan, mitra, dan komunitas secara bersama-sama,” ujarnya.

Pendekatan yang mengintegrasikan kemudahan akses, sistem digital, serta insentif bagi konsumen ini menjadi bagian dari strategi Nestlé dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat, sejalan dengan pilar Packaging Sustainability, khususnya dalam aspek perubahan kebiasaan konsumen.

Inisiatif tersebut juga mendukung implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 75 Tahun 2019tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

Selain Waste Station, Nestlé Indonesia juga mengembangkan berbagai inisiatif lain, seperti Waste Dropbox, sebagai bagian dari komitmen PRRP untuk memastikan kemasan pascakonsumsi dapat dikelola secara optimal dalam ekosistem daur ulang.

“Melalui inisiatif ini, kami berupaya menghadirkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat di tingkat komunitas, khususnya dalam mendukung pengelolaan sampah pasca konsumsi yang lebih terstruktur. Kami percaya bahwa kolaborasi berkelanjutan merupakan kunci dalam membangun sistem yang lebih terintegrasi di Indonesia,” tutup Fajar Dewantara.

Baca Juga

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua

Lampung - Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)...

Bandara Makin Sibuk, Angkasa Pura Tambah 53 Rute Penerbangan Baru

Jakarta - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menambah...

Laris Manis, Honda Prelude Hybrid Rp1 Miliar Diburu Konsumen

Jakarta - Menjelang distribusi unit Honda Prelude kepada konsumen...

Rahasia Parfum Tahan Seharian di Iklim Tropis, Ini Jawabannya

Jakarta - Penggunaan parfum di Indonesia menghadapi tantangan utama...

Rencong Aceh Besar Kini Punya Hak Kekayaan Intelektual

Aceh - Kabupaten Aceh Besar resmi memperoleh pengakuan Kekayaan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini