32.8 C
Jakarta
Rabu, Agustus 5, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHDua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua

Lampung – Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) telah lahir dalam konservasi satwa liar di Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Lembah Hijau, Lampung.

Kelahiran tersebut merupakan hasil perkawinan antara individu jantan (id. Kyai Batua) dan betina (id. Sinta) hasil penyelamatan akibat konflik dengan manusia dan jerat pemburu liar. Keberhasilan ini menjadi catatan penting sebagai kelahiran pertama Harimau Sumatera secara ex situ di Provinsi Lampung.

Kisah Kyai Batua dan Sinta, Korban Jerat yang Selamat

Kyai Batua sebelumnya diselamatkan oleh tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan pada 2-4 Juli 2019 di Dusun Baru Ampar, Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Ia ditemukan dalam kondisi terjerat. Akibat luka serius pada kaki depan kanan, Kyai Batua harus menjalani tindakan amputasi pada 5 Juli 2019.

Sementara itu, Sinta merupakan individu Harimau Sumatera yang diselamatkan dari Provinsi Bengkulu pada Desember 2024 dengan kondisi cedera berat akibat jerat. Pada saat proses evakuasi, ditemukan cacat pada kaki belakang kanan.

Perkawinan Berdasarkan Program Global

Perkawinan tersebut dilaksanakan berdasarkan rekomendasi program Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV Tahun 2024/2025 yang dikoordinasikan bersama Persatuan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Dalam studbook Harimau Sumatera, Kyai Batua tercatat dengan nomor SB ID 1886 dan Sinta dengan nomor SB ID 1998. Pada usia tiga bulan kini, kedua anak harimau tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho, mengapresiasi atas sinergi yang telah terjalin.

“Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan LK Taman Satwa Lembah Hijau dalam mendukung program konservasi Harimau Sumatera. Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi yang solid antara pemerintah, lembaga konservasi, serta parapihak yang terlibat,” ujarnya dikutip dalam keterangan tertulis Kemenhut.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen bersama dalam upaya perlindungan satwa liar, khususnya dalam penanggulangan ancaman jerat dan perburuan ilegal yang masih terjadi.

Komisaris Utama Lembaga Konservasi Taman Satwa PT. Lembah Hijau menyampaikan bahwa capaian ini merupakan wujud komitmen lembaga dalam mendukung pelestarian satwa dilindungi.

“Keberhasilan kelahiran ini menjadi bukti bahwa satwa hasil penyelamatan tetap memiliki potensi untuk berkembang biak secara optimal dalam pengelolaan yang tepat. Hal ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan populasi Harimau Sumatera,” ujarnya.

Baca Juga

Jepang Bebaskan Tarif Impor Tuna Indonesia, Peluang Ekspor Makin Besar

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan produk...

Petani Tembakau Turun ke Jalan Desak PP 28/2024 Dikaji Ulang

Jakarta - Ratusan petani tembakau dari berbagai daerah sentra...

Komisi Yudisial Bongkar Data Pelanggaran Etik Hakim, 121 Orang Terancam Sanksi

Jakarta - Komisi Yudisial (KY) mencatat peningkatan laporan masyarakat...

Mulai 17 Agustus Pemerintah Salurkan Bantuan Beras untuk 33,24 Juta Penerima

Jakarta - Pemerintah akan memulai penyaluran bantuan pangan beras...

Tiket Sold Out, A Day of Purity 2026 Bukti Kesadaran Hidup Sehat Masyarakat Meningkat

Jakarta – Melalui inovasi BEAR BRAND Collagen & Vitamin...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini