29.4 C
Jakarta
Jumat, Agustus 7, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKULINERSnackpacking Bikin Pasar Tradisional Kembali Diburu Wisatawan Gen Z

Snackpacking Bikin Pasar Tradisional Kembali Diburu Wisatawan Gen Z

Jakarta – Tren berwisata terus mengalami perubahan seiring bergesernya minat dan gaya hidup masyarakat. Jika dahulu wisata lebih identik dengan mengunjungi destinasi alam atau tempat-tempat ikonik, kemudian berkembang ke wisata budaya yang menawarkan pengalaman mengenal tradisi dan kehidupan masyarakat, kini muncul tren baru yang dikenal sebagai snackpacking.

Snackpacking merupakan konsep perjalanan yang menjadikan berburu jajanan khas sebagai tujuan utama wisata. Aktivitas ini memang berkaitan dengan kuliner, tetapi memiliki konsep yang berbeda dari wisata kuliner pada umumnya.

Dilansir dari laman Kementerian Pariwisata, snackpacking tidak sekadar mengajak wisatawan mencicipi makanan. Aktivitas ini menghadirkan pengalaman budaya yang lebih mendalam melalui kunjungan ke pasar-pasar tradisional sebagai pusat interaksi masyarakat dan kekayaan kuliner lokal.

Bagi wisatawan, khususnya generasi Z yang kini mendominasi tren perjalanan, pasar tradisional bukan hanya tempat bertransaksi. Pasar juga menjadi ruang yang menyimpan cerita, budaya, serta kehidupan masyarakat setempat. Melalui pengalaman tersebut, wisatawan dapat berinteraksi langsung dengan pedagang, menikmati suasana yang autentik, sekaligus mengenal identitas kuliner suatu daerah.

Popularitas snackpacking juga dipengaruhi perubahan preferensi wisata anak muda yang kini lebih mengutamakan pengalaman nyata dibanding sekadar mengunjungi destinasi populer untuk berfoto. Suasana khas pasar tradisional, aroma makanan, hingga interaksi spontan dengan para pedagang menjadi daya tarik tersendiri yang sulit ditemukan di pusat perbelanjaan modern.

Selain menawarkan pengalaman yang berbeda, snackpacking juga dikenal sebagai pilihan wisata yang ramah di kantong. Dengan anggaran sekitar Rp50.000 hingga Rp100.000, wisatawan sudah dapat mencicipi beragam jajanan khas tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

Perkembangan media sosial turut mempercepat popularitas tren ini. Berbagai konten mengenai jajanan unik, suasana pasar tradisional yang penuh warna, hingga interaksi menarik dengan pedagang banyak dibagikan melalui TikTok, Instagram, maupun YouTube. Konten-konten tersebut mendorong semakin banyak anak muda tertarik mencoba pengalaman snackpacking.

Di sisi lain, meningkatnya promosi pemerintah terhadap pelestarian warisan budaya juga dinilai ikut memperkuat tren ini. Kampanye seperti Bangga Buatan Indonesia secara tidak langsung mendorong generasi muda untuk mengenal sekaligus menikmati kekayaan kuliner Nusantara melalui aktivitas snackpacking.

Indonesia memiliki banyak destinasi yang cocok bagi pencinta wisata snackpacking. Beberapa pasar tradisional yang populer antara lain Pasar 16 Ilir di Palembang dengan aneka jajanan khasnya, Pasar Terapung Lok Baintan di Banjarmasin, Pasar Ngasem di Yogyakarta, hingga Pasar Santa di Jakarta yang menawarkan beragam pilihan kuliner dan pengalaman berbelanja yang unik.

Baca Juga

DKI Siapkan Obligasi Rp3,5 Triliun, Pakar Sebut Langkah Cerdas Percepat Pembangunan

Jakarta - Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerbitkan...

Pegagan dan Kencur Hitam Berpotensi Jadi Terapi Pendamping Gangguan Mata

Yogyakarta - Peneliti dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan...

Zero Tolerance, ASN Jakarta Barat Diajak Lawan Kekerasan terhadap Perempuan

Jakarta - Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian...

MK Ketok Palu, Anggaran MBG Keluar dari Pos Pendidikan Berlaku APBN 2028

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan anggaran Program Makan...

Gen Z Masih Sulit Punya Rumah, Danantara Tawarkan Solusi Hunian dengan DP Mulai 1 Persen

Jakarta - Memiliki rumah pertama masih menjadi tantangan besar...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini