24.3 C
Jakarta
Sabtu, Desember 6, 2025
BerandaKATA BERITADAERAHKampung Miliarder Lamongan, dari Jualan Pecel Lele Jadi Sultan

Kampung Miliarder Lamongan, dari Jualan Pecel Lele Jadi Sultan

Lamongan – Dusun Slegrek di Lamongan dijuluki kampung miliarder karena warganya sukses berkat usaha pecel lele kaki lima di perantauan.

Di balik lebatnya hutan jati dan hijaunya perbukitan Desa Pataan, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, berdiri deretan rumah megah yang mencuri perhatian warganet. Tak seperti desa lain di sekitarnya, kawasan ini justru tampil mencolok dengan bangunan-bangunan bergaya klasik modern, layaknya rumah para artis ibu kota.

Adalah Dusun Slegrek, bagian dari Desa Pataan, yang kini dikenal dengan sebutan “kampung miliarder”. Julukan ini bukan tanpa alasan, sebab mayoritas warganya merupakan perantau sukses yang merintis usaha dari bawah, khususnya sebagai pedagang kaki lima pecel lele khas Lamongan.

Menu sederhana yang akrab ditemui di pinggir jalan malam hari ini ternyata menjadi jalan rezeki bagi banyak warga Pataan. Usaha ini mengangkat taraf hidup mereka hingga mampu membangun hunian mewah di tengah pedesaan.

“Para perantau itu jualan pecel lele, bukan untuk gaya-gayaan. Mereka benar-benar kerja keras dan tidak hidup berfoya-foya,” ungkap Kepala Desa Pataan, Subakri Cahyo Utomo, dikuti dari laman berita satu pada Sabtu (26/7)

Menurut Cahyo, sebagian besar perantau dari desanya memilih merintis usaha di luar Pulau Jawa, seperti Palembang, Pekanbaru, Dumai, hingga sejumlah kota di Kalimantan. Di tempat-tempat tersebut, mereka menekuni bisnis kuliner pecel lele secara mandiri, bukan sebagai buruh melainkan sebagai pelaku usaha.

Salah satu kisah sukses datang dari Kusno, warga Dusun Slegrek yang kini tinggal di rumah besar hasil jerih payahnya. Ia memulai usahanya dari nol pada tahun 2007, berjualan pecel lele kaki lima.

“Awalnya benar-benar dari bawah. Saya jualan pecel lele kaki lima sejak 2007. Alhamdulillah, akhirnya bisa beli tanah, bangun rumah, dan buka rumah makan sendiri,” ujarnya.

Kusno menekankan bahwa kunci keberhasilannya adalah ketekunan, kerja keras, serta menjaga spiritualitas. Ia pun berpesan kepada sesama perantau untuk tidak mudah putus asa.

“Kalau semua sudah diupayakan, jangan lupa ibadah dan sedekah. Itu penting untuk meraih kesuksesan,” tutupnya.

Baca Juga

BPJN Ungkap Banjir Bandang Rusak 6 Ruas Jalan Nasional di Aceh

Aceh - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh melaporkan...

Jaringan Lumpuh, Indosat Kerahkan Satelit dan Genset Pulihkan Layanan 


Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH) bergerak cepat memulihkan...

Teknologi Estetika Makin Canggih, Miracle Beberkan 3 Treatment Paling Dicari

Surabaya - Riset global terbaru dari McKinsey & Company...

Rayakan Milad dengan Program Wakaf Air, Manulife Syariah Bikin Haru

Menandai milad pertama sejak resmi melakukan spin-off pada Desember...

Cara United Tractors Perkuat Kesiapsiagaan, dari Reboisasi hingga Simulasi Gempa

Surabaya - Meningkatnya ancaman bencana alam dan perubahan iklim,...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini