28.3 C
Jakarta
Jumat, Juni 12, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSInovas eMaggot, DLH DKI Jakarta Tawarkan Solusi Digital untuk Pasar Maggot

Inovas eMaggot, DLH DKI Jakarta Tawarkan Solusi Digital untuk Pasar Maggot

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi meluncurkan fitur terbaru eMaggot dalam aplikasi eKSR (Elektronik Koperasi Suka Resik). Inovasi ini dirancang untuk mendukung transaksi jual beli maggot Black Soldier Fly (BSF) secara digital, serta memperkuat pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan peluncuran fitur ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem perdagangan maggot yang transparan, efisien, dan terintegrasi. Fitur ini menghubungkan para produsen, pembeli (offtaker), serta petugas lapangan DLH dalam satu ekosistem digital.

“Transaksi maggot kini tidak lagi dilakukan secara manual dan tunai, tapi telah beralih ke sistem cashless yang sepenuhnya tercatat secara digital,” ujar Asep dikutip dari laman berita jakarta, pada Jumat (1/8).

Transaksi Digital Tanpa Batas Minimal

Melalui platform eMaggot yang mulai berlaku per 1 Agustus 2025, para produsen dapat menjual maggot—baik dalam bentuk basah maupun kering—kepada Suku Dinas LH melalui satuan pelaksana (Satpel) LH. Sementara para offtaker akan membayar setelah proses verifikasi selesai dilakukan oleh Sudin LH.

Semua pihak yang terlibat, mulai dari produsen, Satpel, Sudin LH, hingga offtaker, wajib memiliki akun yang telah diverifikasi. Menariknya, tidak ada batas minimal berat maggot yang dapat dijual, dan pembayaran kepada produsen dilakukan di hari yang sama.

Dorong Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat

Menurut Asep, kehadiran fitur eMaggot tidak hanya mendukung efektivitas pengelolaan sampah organik, tetapi juga membuka akses ekonomi baru bagi masyarakat, terutama para produsen maggot lokal. Mereka kini memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan sistem pembayaran yang lebih aman dan transparan.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Jakarta dalam membangun ekonomi sirkular berbasis komunitas. Pengelolaan sampah kini bukan hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan baru yang inklusif dan digital,” tutup Asep.

Dengan peluncuran fitur ini, DLH berharap masyarakat semakin terdorong untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah berbasis inovasi teknologi yang berkelanjutan.

Baca Juga

Kasus Korupsi yang Menyeret Silmy Karim Berawal dari Keluhan Pelayanan Imigrasi

Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto...

Kantongi Sertifikat Eropa, Ekspor Obat Indonesia Makin Dilirik Dunia

Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM),...

Subaru Tarik 69 Ribu Forester, Sunroof Bisa Lepas Saat Mobil Melaju

Subaru mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sejumlah SUV Forester...

Potensi AI di ASEAN Bisa Tembus USD1 Triliun pada 2030

Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar...

AceKid Hadir di Indonesia, Usung Susu Segar Tanpa Pemanis Tambahan

Jakarta  - Menjawab kebutuhan masyarakat akan informasi nutrisi yang...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini