30.6 C
Jakarta
Rabu, Agustus 19, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHHeboh, Semburan Lumpur dan Gas Bumi Hantam Atap Sekolah di Lampung

Heboh, Semburan Lumpur dan Gas Bumi Hantam Atap Sekolah di Lampung

Lampung – Warga Kampung Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dikejutkan oleh peristiwa langka—semburan lumpur disertai gas bumi dari sumur bor sedalam 100 meter.

Insiden ini terjadi pada Sabtu (9/8) saat pengeboran yang dilakukan pemerintah kampung untuk penyediaan air bersih. Tiba-tiba, dari lubang sumur, muncul semburan lumpur dan gas setinggi sekitar 25 meter, mengejutkan warga sekitar.

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan semburan tersebut keluar dengan tekanan tinggi hingga mengenai atap sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di dekat lokasi.

Sekretaris Kampung Bumi Dipasena Makmur, Mustopa, mengatakan pengeboran sebenarnya telah selesai. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, semburan mendadak terjadi.

“Kedalaman pengeboran sudah 100 meter, pekerjaan sudah dinyatakan rampung. Tiba-tiba lumpur menyembur, membuat pipa casing dan mesin penyedot air terpental,” jelasnya dikutip dari laman berita satu pada Selasa (12/8).

Material yang keluar berupa air bercampur lumpur, pasir, dan batu koral, bahkan terasa panas. Semburan ini merusak atap sekolah TK, memecahkan 19 lembar asbes. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Kapolsek Rawajitu Timur, AKP Bambang Heriyanto, mengatakan pihaknya langsung mengamankan lokasi untuk mencegah risiko lanjutan.

“Kami pasang garis polisi dan mengimbau warga menjauh, mengingat kemungkinan semburan susulan,” ujarnya.

Meski saat ini semburan telah berhenti dan tidak tercium bau gas, pengamanan tetap dilakukan sambil menunggu hasil uji kandungan dari sumur bor.

Pemerintah kampung sebelumnya menggali sumur ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di kawasan tambak udang. Namun, rencana tersebut tertunda dan titik pengeboran akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Dinas terkait bersama aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti peristiwa ini, termasuk potensi keberadaan gas berbahaya di bawah tanah yang dapat mengancam keselamatan warga.

Baca Juga

Gempa Guncang NTT, Mentan Amran Salurkan 5.386 Ton Beras untuk Warga Terdampak

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil...

Terkumpul Rp3,8 Miliar, ASN DKI Kompak Bantu Korban Gempa NTT

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, bantuan...

Sentil BPJS Kesehatan, Megawati Beri Peringatan ke Kemenkes dan Kemenkeu

Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum...

Sarjana Makin Sulit Cari Kerja? Lulusan 5 Jurusan Ini Sumbang Pengangguran Terbesar

Jakarta - Lulusan perguruan tinggi kini menghadapi persaingan yang...

Ada Intimidasi di TPS Ilegal, Pramono Janji Beri Perlindungan bagi Wartawan

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan wartawan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini