28.6 C
Jakarta
Sabtu, Agustus 1, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHHeboh, Semburan Lumpur dan Gas Bumi Hantam Atap Sekolah di Lampung

Heboh, Semburan Lumpur dan Gas Bumi Hantam Atap Sekolah di Lampung

Lampung – Warga Kampung Bumi Dipasena Makmur, Kecamatan Rawajitu Timur, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung, dikejutkan oleh peristiwa langka—semburan lumpur disertai gas bumi dari sumur bor sedalam 100 meter.

Insiden ini terjadi pada Sabtu (9/8) saat pengeboran yang dilakukan pemerintah kampung untuk penyediaan air bersih. Tiba-tiba, dari lubang sumur, muncul semburan lumpur dan gas setinggi sekitar 25 meter, mengejutkan warga sekitar.

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan semburan tersebut keluar dengan tekanan tinggi hingga mengenai atap sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) di dekat lokasi.

Sekretaris Kampung Bumi Dipasena Makmur, Mustopa, mengatakan pengeboran sebenarnya telah selesai. Namun sekitar pukul 15.00 WIB, semburan mendadak terjadi.

“Kedalaman pengeboran sudah 100 meter, pekerjaan sudah dinyatakan rampung. Tiba-tiba lumpur menyembur, membuat pipa casing dan mesin penyedot air terpental,” jelasnya dikutip dari laman berita satu pada Selasa (12/8).

Material yang keluar berupa air bercampur lumpur, pasir, dan batu koral, bahkan terasa panas. Semburan ini merusak atap sekolah TK, memecahkan 19 lembar asbes. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp10 juta.

Kapolsek Rawajitu Timur, AKP Bambang Heriyanto, mengatakan pihaknya langsung mengamankan lokasi untuk mencegah risiko lanjutan.

“Kami pasang garis polisi dan mengimbau warga menjauh, mengingat kemungkinan semburan susulan,” ujarnya.

Meski saat ini semburan telah berhenti dan tidak tercium bau gas, pengamanan tetap dilakukan sambil menunggu hasil uji kandungan dari sumur bor.

Pemerintah kampung sebelumnya menggali sumur ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di kawasan tambak udang. Namun, rencana tersebut tertunda dan titik pengeboran akan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Dinas terkait bersama aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti peristiwa ini, termasuk potensi keberadaan gas berbahaya di bawah tanah yang dapat mengancam keselamatan warga.

Baca Juga

Kinerja PGE Makin Moncer, Target Kapasitas 1,8 GW Dipacu hingga 2033

Jakarta - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) mencatatkan...

BGN Tak Main-main, Kepala SPPG yang Terbukti Minta Fee Langsung Dipecat

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan...

Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terekam Kamera di Kerinci Seblat

Jakarta - Kamera jebak (camera trap) kembali menangkap pergerakan...

PPATK Bekukan 5.762 Rekening Judi Online, Nilainya Tembus Rp1,07 Triliun

Jakarta - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)...

Peneliti UGM Sulap Garam Pantai Selatan Jadi Kosmetik Lulur Lumare

Yogyakarta - Tim peneliti dari Pusat Studi Sumberdaya dan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini