Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang beredar di media sosial terkait penghentian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). BGN memastikan layanan tetap berjalan meski saat ini sedang dilakukan pembenahan tata kelola serta validasi data internal.
Wakil Kepala BGN, Trenggono, menjelaskan bahwa keramaian yang sempat terjadi di lobi kantor BGN berasal dari sejumlah perwakilan daerah yang ingin memperoleh kejelasan mengenai kelanjutan operasional program di wilayah masing-masing.
“Hanya beberapa orang. Sudah kami akomodir dengan mengundang pimpinannya untuk bertemu dan kami ajak ke atas. Mereka dari Sumba Barat, Nias, dan Sorong yang mempertanyakan kenapa operasional belum berlanjut, dan semuanya sudah dijelaskan serta mereka menerimanya,” ujar Trenggono dalam podcast Total Politik, Sabtu (13/6).
Menurut Trenggono, BGN memilih membuka ruang dialog secara langsung agar aspirasi dari daerah dapat tersampaikan sekaligus memberikan penjelasan terkait perkembangan program yang sedang berjalan.
“Kami hadapi semuanya, kami ajak ke atas dan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyampaikan aspirasinya,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menegaskan bahwa operasional SPPG tetap berlangsung meskipun lembaganya tengah melakukan penataan ulang sistem administrasi dan sinkronisasi data.
Agustina mengungkapkan, berdasarkan data terbaru terdapat 27.877 dapur SPPG yang telah memiliki virtual account sebagai sarana penyaluran dana operasional.
“Saat saya masuk, tata kelola tentu harus melihat data yang ada. Ada berbagai versi data, sehingga kami mengambil acuan yang paling akhir, yaitu jumlah virtual account karena itu menjadi dasar penyaluran dana operasional,” ujarnya.
Menurut dia, proses transisi kepemimpinan di BGN membuat sinkronisasi data menjadi langkah penting agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Karena masa peralihan, kami mengharapkan operasional tetap berjalan. Virtual account tetap diisi dan operasional tetap berlangsung,” katanya.
Agustina juga membantah kabar mengenai penghentian sementara seluruh operasional SPPG yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menegaskan bahwa proses penyaluran dana operasional masih terus dilakukan.
“Kalau ada yang menyuarakan seperti itu, kami yakin itu hoaks. Kami memantau proses top up dana operasional terus berjalan sehingga menjawab isu penghentian sementara SPPG,” tegasnya.
Meski demikian, BGN mengakui masih menemukan sejumlah kendala administratif yang perlu dibenahi. Salah satunya adalah adanya perbedaan data internal serta sejumlah dapur SPPG yang belum memiliki virtual account.
“Kami akan menata ulang setelah mengetahui beberapa permasalahan. Data internal berbeda versi sehingga membuat kami harus melakukan pembenahan agar titik awal kebijakan menjadi jelas,” ungkapnya.
Untuk sementara, BGN melakukan penyesuaian terhadap unit-unit yang belum memiliki virtual account sambil menunggu proses verifikasi selesai dilakukan.
“Yang belum memiliki virtual account kami hentikan dahulu sambil melihat detail permasalahannya. Kami tidak bisa membuat kebijakan sebelum mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan,” tutupnya.

