32.7 C
Jakarta
Kamis, Juli 30, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALBGN Gerak Cepat, 1.800 Penjamah Makanan Dibekali Ilmu Keamanan Pangan

BGN Gerak Cepat, 1.800 Penjamah Makanan Dibekali Ilmu Keamanan Pangan

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktorat Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi 1.800 penjamah makanan dari wilayah Bogor dan Sukabumi. Acara yang dibuka oleh Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN, Nurjaeni, berlangsung selama dua hari, pada 4–5 Oktober 2025.

Bimtek ini bertujuan membekali para relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang setiap hari menyiapkan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut atas sejumlah kasus keamanan pangan yang sempat terjadi di wilayah Jawa Barat. Melalui pelatihan ini, BGN berupaya memperkuat penerapan standar keamanan pangan di seluruh dapur SPPG dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi para penjamah makanan.

Dalam sambutannya, Nurjaeni menegaskan pentingnya peran penjamah makanan sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas dan keamanan hidangan yang disajikan kepada masyarakat.

“Keamanan pangan adalah fondasi penting bagi kesehatan masyarakat. Melalui Bimtek ini, kami ingin seluruh penjamah makanan semakin disiplin dalam menerapkan standar kebersihan dan sanitasi agar terhindar dari kontaminasi yang bisa memicu keracunan atau penyakit bawaan pangan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa seluruh SPPG harus memiliki kesiapan penuh dalam mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait keracunan pangan. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penerapan berbagai standar ketat, seperti keberadaan chef bersertifikat, penggunaan rapid test food, pemasangan filter air, sterilisasi food tray, sertifikasi laik higienitas dan sanitasi, serta ketersediaan CCTV dan fasilitas pendukung lainnya untuk meningkatkan pengawasan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pelatihan mengenai prinsip dasar higienitas dan sanitasi pangan, identifikasi risiko kontaminasi, praktik pengolahan dan penyajian makanan yang aman, serta standar penyimpanan bahan pangan dan peralatan dapur. Peserta juga dikenalkan pada Learning Management System (LMS) untuk memperoleh sertifikat Pelatihan Penjamah Pangan.

Menurut Staf Deputi Penyediaan dan Penyaluran BGN, Sawin, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di lapangan. Karena itu, peningkatan kapasitas dan pemahaman soal keamanan pangan menjadi hal yang mutlak.

“SPPG adalah ujung tombak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Setiap dapur harus menjaga kualitas makanan, kebersihan lingkungan kerja, dan memastikan tidak ada kontaminasi dalam proses penyajian,” tegasnya.

Baca Juga

Rumah Pilah Pluit Sulap Sampah Organik Jadi Pupuk, Warga Bisa Dapat Gratis

Jakarta - Pemerintah Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara,...

Festival Jakarta Great Sale 2026 Berakhir, Transaksi Tembus Rp16,8 Triliun

Jakarta - Festival Jakarta Great Sale (FJGS) 2026 resmi...

Perry Warjiyo Tinggalkan Bank Indonesia, Pemerintah Jamin Stabilitas Tetap Terjaga

Jakarta - Pemerintah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo dari...

Penyakit Autoimun Bisa Menyerang Siapa Saja, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Jakarta - Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan...

Tak Hanya Andalkan APBD, DKI Gandeng Swasta Benahi TPST Bantargebang

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini