29.1 C
Jakarta
Kamis, Juli 23, 2026
BerandaTREN OTOSOLUSIBanyak yang Salah Kaprah, Ini Batas Aman Mobil Saat Terjang Banjir

Banyak yang Salah Kaprah, Ini Batas Aman Mobil Saat Terjang Banjir

Musim hujan kembali tiba, dan sejumlah ruas jalan mulai tergenang hingga menyebabkan banjir. Banyak pengemudi akhirnya terpaksa melintas karena kebutuhan mendesak. Namun perlu dipahami, tidak semua mobil aman digunakan menerobos banjir, terutama jika ketinggian air melampaui batas aman mesin maupun sistem kelistrikan.

Salah satu komponen yang wajib diwaspadai adalah posisi intake manifold atau saluran udara menuju mesin. Jika air masuk ke ruang bakar, mesin dapat mengalami water hammer yang berakibat kerusakan parah. Karena itu, penting bagi pemilik kendaraan memahami karakter mobilnya sebelum memutuskan untuk tetap melaju di tengah banjir.

Mobil penumpang Mitsubishi Motors seperti Pajero Sport, Xpander Cross, Xforce, hingga Destinator dibekali ground clearance yang cukup tinggi. Namun bila genangan sudah menutup area foglamp atau mendekati ujung kap mesin, sebaiknya segera urungkan niat untuk menerjang.

Secara umum, batas aman melewati banjir adalah sekitar 33 cm atau setinggi setengah ban. Angka ini mempertimbangkan posisi komponen transmisi dan kelistrikan yang tidak boleh terendam.

Tips Berkendara Saat Banjir

1. Perkirakan kedalaman air.
Amati kendaraan lain yang melintas. Jika genangan melebihi setengah ban, lebih baik cari rute alternatif.

2. Gunakan gigi rendah.
Pada transmisi manual gunakan gigi 1 atau 2. Untuk mobil otomatis pilih mode L, S, atau posisi terendah agar tenaga tetap stabil tanpa perlu menginjak gas terlalu dalam.

3. Jaga putaran mesin tetap konstan.
Hindari akselerasi mendadak. Pertahankan RPM di kisaran 1.500–2.000.

4. Melaju perlahan 5–10 km/jam.
Kecepatan berlebih dapat menciptakan gelombang air yang berpotensi masuk ke ruang mesin melalui intake. Jangan berhenti di tengah banjir karena tekanan air bisa masuk ke knalpot dan menyebabkan mesin mati.

5. Cek kondisi rem setelah keluar dari banjir.
Tekan pedal rem beberapa kali untuk mengeringkan kampas. Bila terasa licin, berhenti sejenak sampai rem kembali bekerja optimal.

Jika setelah melewati banjir mobil terasa tidak normal, bisa jadi ada air yang masuk ke mesin. Perhatikan tanda-tanda berikut:

  • Mesin mati mendadak dan tidak dapat dihidupkan.

  • Suara mesin berubah menjadi kasar atau terdengar ngelitik.

  • Knalpot mengeluarkan suara berbeda atau asap putih tebal.

Apabila gejala tersebut muncul, jangan memaksa menyalakan mesin. Tindakan itu justru bisa menyebabkan kerusakan akibat water hammer. Segera hubungi layanan towing dan bawa kendaraan ke bengkel resmi Mitsubishi Motors terdekat agar mendapatkan penanganan segera.

Baca Juga

Prabowo Ingatkan Perwira Muda TNI-Polri Hadapi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Budaya

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangkat pertama...

Cemburu Berujung Maut? Ini Deretan Kasus Kekerasan dalam Pacaran yang Viral

Jakarta - Kasus kekerasan dalam pacaran (KDP) masih menjadi...

Tak Perlu Lahan Luas, Pramono Genjot Pembangunan RPTRA di Seluruh Jakarta

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menambah...

Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO

Indonesia resmi bergabung sebagai salah satu dari 29 negara...

Jangan Tunggu Gundul, Ini 3 Tanda Ban Motor Wajib Diganti Secepatnya

Banyak pengendara motor lebih fokus merawat mesin atau sistem...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini