Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatatkan hasil positif dengan tingkat partisipasi masyarakat yang sangat tinggi. Hingga 29 Desember 2025, jumlah peserta yang hadir dalam program ini telah melampaui 70 juta orang, menandakan antusiasme luas terhadap layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengapresiasi tingginya keterlibatan masyarakat sepanjang hampir satu tahun pelaksanaan CKG. Ia menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran publik akan pentingnya deteksi dini serta pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Aji juga menyampaikan penghargaan kepada para tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program di puskesmas, sekolah, hingga komunitas masyarakat di berbagai daerah. Menurutnya, keberhasilan CKG tidak lepas dari kerja sama erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.
Ke depan, Kementerian Kesehatan berharap program CKG terus diperkuat sebagai salah satu pilar layanan kesehatan promotif dan preventif untuk mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang lebih sehat dan produktif.
Berdasarkan laporan harian CKG per 29 Desember 2025 pukul 22.15 WIB, tercatat sebanyak 70.292.151 peserta hadir dari total 73.128.356 pendaftar, atau setara dengan tingkat kehadiran 96,12 persen. Kontribusi terbesar berasal dari CKG Umum dengan persentase kehadiran mencapai 96,97 persen.
Pada kategori CKG Umum, dari total 47.393.692 pendaftar, sebanyak 45.957.044 orang memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan pemerintah.
Sementara itu, pelaksanaan CKG Sekolah juga menunjukkan capaian yang solid. Dari 25.734.664 pendaftar, tercatat 24.335.107 peserta hadir atau sekitar 94,56 persen. Program ini menjangkau peserta didik di berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, termasuk pesantren dan sekolah luar biasa (SLB).
Sebagai salah satu program unggulan atau quick win Presiden Prabowo Subianto, CKG telah dilaksanakan di seluruh 38 provinsi dengan dukungan 514 kabupaten/kota. Program ini juga melibatkan 10.588 fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia.
Khusus di sektor pendidikan, CKG Sekolah mencatat sebanyak 16.758.454 siswa telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan lengkap. Pelaksanaannya didukung ribuan puskesmas yang aktif menjangkau sekolah-sekolah, termasuk di wilayah terpencil dan sulit diakses.

