31.8 C
Jakarta
Jumat, Oktober 9, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALLepas 100 Tukik di Baubau, Menag Ajak Umat Beragama Bersahabat dengan Alam

Lepas 100 Tukik di Baubau, Menag Ajak Umat Beragama Bersahabat dengan Alam

Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan program Penguatan Ekoteologi Laut di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Kamis (8/1). Dalam kesempatan tersebut, Menag menekankan bahwa alam tidak sepatutnya diperlakukan semata-mata sebagai sumber daya untuk dieksploitasi, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang memiliki nilai dan hak yang harus dihormati.

Ia menegaskan bahwa relasi manusia dengan lingkungan harus dibangun atas dasar kesetaraan. Menurutnya, bukan hanya manusia yang memiliki hak, tetapi juga laut, pasir, pepohonan, hingga seluruh makhluk hidup di dalamnya. Tantangan besar umat manusia saat ini, kata Menag, adalah mengembalikan kesucian alam sebagai ciptaan Tuhan atau re-sacralization of nature.

Selain itu, Nasaruddin Umar mengajak umat beragama untuk memperluas pemahaman tentang persaudaraan. Ia menyampaikan bahwa ajaran Islam tidak hanya mengenal ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, tetapi juga ukhuwah makhlukiyah, yakni persaudaraan dengan seluruh ciptaan Tuhan.

“Ketika manusia menjalin hubungan yang harmonis dengan alam, alam pun akan memberikan kebaikannya. Sebaliknya, merusak lingkungan sama dengan menyakiti diri sendiri,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama juga meresmikan Satuan Tugas Ekoteologi Laut Kota Baubau. Satgas ini dipimpin oleh Daeng Lala, kreator konten yang dikenal aktif mengangkat kehidupan masyarakat pesisir. Kiprahnya dinilai mampu menginspirasi upaya pelestarian ekosistem laut sekaligus menjaga tradisi memancing lokal yang kini dikenal hingga tingkat internasional.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelepasan sekitar 100 ekor tukik di kawasan Pantai Lakeba, Baubau. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara nilai keagamaan, kearifan budaya pesisir, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan laut.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tenggara, Mansur, menyampaikan bahwa penguatan ekoteologi laut berangkat dari kesadaran bersama bahwa perlindungan laut berarti menjaga keberlangsungan hidup, iman, dan masa depan daerah. Ia menyebutkan, Sulawesi Tenggara yang memiliki 671 pulau menyimpan potensi besar sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga ekosistem maritim.

Menurut Mansur, melalui pendekatan ekoteologi, Kementerian Agama menempatkan upaya pelestarian laut bukan hanya sebagai kewajiban ekologis, tetapi juga sebagai panggilan moral dan spiritual bagi seluruh umat beragama.

Baca Juga

Dana Cadangan DKI Tembus Rp5,6 Triliun, Ada Proyek LRT hingga Pengendalian Banjir

katafoto, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengusulkan...

MUI Tegaskan Sex Toy Haram, Usulan Fasilitas di Lapas Diminta Dicabut

katafoto, Jakarta - Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)...

Suzuki e-Sky Jadi Penantang BYD Racco, Mana yang Lebih Murah dan Irit?

katafoto, Jakarta - Suzuki resmi memperkenalkan mobil listrik (EV)...

BNPT Temukan 620 Anak Terpapar Ekstremisme Lewat Ruang Digital

katafoto, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mencatat...

Biaya Haji 2027 Ditetapkan Rp98,4 Juta, Ini Rincian yang Harus Dibayar Jemaah

katafoto, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini