Jakarta – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan transportasi publik yang ramah, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) Provinsi DKI Jakarta, Transjakarta menghadirkan berbagai upaya perlindungan tambahan bagi pelanggan perempuan dan anak. Sinergi ini diarahkan untuk memastikan lingkungan layanan Transjakarta menjadi ruang publik yang aman dan nyaman.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menegaskan bahwa prinsip perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan standar utama dalam penyelenggaraan layanan, bukan sekadar pelengkap.
Saat ini, Transjakarta telah menyediakan area khusus perempuan di setiap unit bus, termasuk mengoperasikan armada bus berwarna merah muda yang diperuntukkan bagi penumpang perempuan pada sejumlah koridor dengan tingkat kepadatan tinggi.
“Kami ingin menciptakan rasa aman bagi perempuan sejak pertama kali menaiki bus. Di sisi lain, kami juga mengusung nilai keberlanjutan melalui komitmen kesetaraan gender di lingkungan kerja,” ujar Welfizon dikutip dari laman berita jakarta, Jumat (9/1).
Ia juga mengungkapkan rencana peningkatan jumlah pengemudi perempuan. Meski saat ini proporsinya masih berada di kisaran dua hingga tiga persen, Transjakarta menargetkan keterlibatan perempuan sebagai pramudi mencapai 20 hingga 30 persen dalam tiga tahun mendatang.
Menurutnya, langkah ini sekaligus menjadi upaya mematahkan anggapan bahwa sektor transportasi didominasi oleh laki-laki.
Selain kebijakan internal, Transjakarta juga menghadirkan program Lentera, yakni satuan tugas berbasis relawan yang berfokus pada pencegahan dan penanganan pelecehan seksual di transportasi publik.
Ke depan, inisiatif ini akan dikembangkan menjadi gerakan berbasis komunitas agar pengawasan dapat dilakukan secara lebih luas dan melibatkan partisipasi masyarakat.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Transjakarta tidak hanya berfungsi sebagai penyedia jasa transportasi, tetapi juga berperan dalam membangun ekosistem perjalanan yang menghormati keamanan dan martabat setiap individu.
Tak hanya berfokus pada layanan penumpang, Transjakarta juga menunjukkan perhatian terhadap kesejahteraan karyawan dan pelanggan dengan menghadirkan fasilitas penitipan anak (daycare) di Kantor Pusat Cawang.
Direktur Keuangan, SDM, dan Umum Transjakarta, Mayangsari Dian Irwantari, menyampaikan bahwa fasilitas ini menjadi tahap awal sebelum dikembangkan ke sejumlah halte strategis.
“Kami ingin membantu para ibu bekerja maupun pelanggan dengan menyediakan tempat pengasuhan anak yang aman dan nyaman bagi usia dua hingga enam tahun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Dwi Oktavia, mengapresiasi langkah Transjakarta dalam menciptakan transportasi publik yang ramah perempuan dan anak. Ia menilai penguatan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (Pos SAPA) yang telah tersedia di 69 halte sejak 2019 perlu terus ditingkatkan.
Menurutnya, kolaborasi ini mencerminkan kehadiran negara dalam melindungi warganya, termasuk melalui peningkatan kapasitas petugas pramusapa dalam menangani kasus kekerasan di ruang publik.
“Dengan pelatihan berkelanjutan, kita membangun sistem perlindungan yang lebih kuat di moda transportasi publik Jakarta,” pungkasnya.

