Jakarta – Menteri Agama Nasaruddin Umar meresmikan Masjid Al Ikhlas PIK yang berlokasi di kawasan Riverwalk Island, Pantai Indah Kapuk. Kehadiran masjid ini diharapkan menjadi pusat spiritual baru sekaligus memperkaya lanskap religius di kawasan tersebut.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan bahwa masjid tidak semestinya hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga harus berperan dalam pemberdayaan umat dan menghadirkan energi positif bagi lingkungan sekitar. Ia mencontohkan peran masjid pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan penguatan umat.
“Ke depan, masjidlah yang membesarkan umat, bukan umat yang membesarkan masjid. Semoga Masjid Al Ikhlas ini mampu menumbuhkan semangat dan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitarnya,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Kamis (15/1).
Ia menambahkan, masjid ini direncanakan menjadi ruang pembinaan generasi muda melalui berbagai pelatihan keterampilan, sehingga dapat berkontribusi dalam mencetak talenta bangsa yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Menurut Menag, nilai utama pembangunan masjid adalah kemanfaatannya yang luas. Karena itu, Masjid Al Ikhlas diharapkan berkembang sebagai pusat kegiatan yang inklusif, melibatkan berbagai lapisan masyarakat, baik umat Islam maupun non-Muslim.
“Masjid bisa menjadi ruang pertemuan, tempat seni dan budaya, pelatihan keterampilan, bela diri, hingga penguatan ekonomi umat. Inilah semangat masjid yang hidup dan berdaya,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG), Nono Sampono, menjelaskan bahwa pembangunan Masjid Al Ikhlas dimulai pada Maret 2025. Masjid ini berdiri di atas lahan sekitar 2.435 meter persegi dan dirancang mampu menampung kurang lebih 600 jemaah.
Ia menyebutkan, penamaan Masjid Al Ikhlas memiliki makna khusus karena diberikan langsung oleh Menteri Agama. Nama tersebut mencerminkan harapan agar masjid ini menjadi pusat ketulusan, keberkahan, serta semangat kebaikan bagi masyarakat.
Lebih jauh, Nono menekankan bahwa keberadaan Masjid Al Ikhlas di Riverwalk Island juga membawa pesan kuat tentang harmoni antarumat beragama. Kawasan ini dirancang sebagai representasi keberagaman Indonesia, di mana masjid berdiri berdampingan dengan rumah ibadah umat Buddha, Si Mian Fo, dan ke depan akan dilengkapi rumah ibadah dari agama lainnya.
“Peresmian Masjid Al Ikhlas bukan sekadar membuka bangunan fisik, tetapi menjadi simbol nyata persatuan dan toleransi. Di sini, lantunan adzan dan doa dari berbagai keyakinan dapat hadir berdampingan dalam suasana damai,” pungkasnya.

