29.8 C
Jakarta
Minggu, April 12, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANModus Baru Korban Rugi Puluhan Juta, Penipuan Romansa Catut Bea Cukai

Modus Baru Korban Rugi Puluhan Juta, Penipuan Romansa Catut Bea Cukai

Jakarta – Kasus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai dengan modus romansa kembali marak di media sosial dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu korban adalah seorang perempuan lanjut usia yang berkenalan dengan pria yang mengaku berasal dari Australia. Pria tersebut mengklaim telah mengirimkan berbagai hadiah dari luar negeri, seperti tas, emas, sepatu, boneka, hingga barang berharga lainnya.

Selang beberapa waktu, korban kemudian dihubungi oleh pihak lain yang mengaku sebagai petugas ekspedisi. Oknum tersebut menyampaikan bahwa paket kiriman tertahan di Bea Cukai dan hanya bisa dikeluarkan jika korban membayar sejumlah biaya.

Korban pun diminta mentransfer uang secara bertahap. Dari total permintaan sebesar Rp120 juta, korban telah mengirimkan Rp16 juta sebagai “uang awal”. Bahkan karena tidak mampu melunasi seluruh permintaan, korban sampai menyerahkan dokumen penting berupa akta tanah dengan sertifikat hak milik (SHM) asli sebagai jaminan agar paket bisa dikirim.

Pengiriman dokumen tersebut justru menjadi titik awal terbongkarnya kasus ini. Berbekal alamat pengirim paket, petugas Bea Cukai mendatangi rumah korban dan melakukan klarifikasi. Dari hasil wawancara, petugas menemukan adanya indikasi kuat penipuan yang mencatut nama Bea Cukai dan perusahaan jasa pengiriman.

Ciri-Ciri Umum Penipuan Modus Romansa

Modus romansa sebenarnya bukan hal baru, namun terus berulang dengan pola serupa. Pelaku memanfaatkan kedekatan emosional untuk menurunkan kewaspadaan korban. Beberapa ciri yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Pelaku memulai pendekatan melalui media sosial untuk membangun hubungan dengan korban
  • Mengaku mengirim barang bernilai tinggi dari luar negeri, seperti hadiah mewah atau uang
  • Muncul pihak lain yang mengaku sebagai petugas Bea Cukai atau ekspedisi dan meminta biaya tebusan
  • Korban diminta mentransfer uang ke rekening pribadi dengan nominal besar yang terus meningkat, disertai tekanan psikologis

Langkah Saat Menemukan Indikasi Penipuan

Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengimbau masyarakat agar tetap tenang jika menemukan indikasi penipuan. Ia menyarankan masyarakat untuk memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Bea Cukai dan melaporkannya melalui platform #AmanBersama.

Ia juga mengingatkan prinsip sederhana yang bisa dilakukan, yaitu Stop, Cek, dan Lapor. Stop, hentikan komunikasi dan tenangkan diri saat menerima pesan mencurigakan. Cek, verifikasi informasi melalui kanal resmi Bea Cukai. Lapor, segera adukan jika terindikasi penipuan agar dapat ditindaklanjuti.

Budi menegaskan bahwa kewaspadaan dan pemahaman terhadap pola penipuan sangat penting untuk menghindari kerugian. Masyarakat juga dapat mengakses informasi atau melaporkan kasus melalui situs resmi Bea Cukai.

“Perkembangan teknologi memang memudahkan diri untuk saling berkomunikasi, tetapi hal ini perlu disertai dengan literasi digital yang cukup agar tidak terjerat sebagai korban penipuan. Tetaplah waspada dalam bermedia sosial agar diri tetap aman,” pungkas Budi.

Baca Juga

APBN 2026 Triwulan I Tetap Kuat, Menkeu Ungkap Rahasia Tahan Gejolak Global

Jakarta - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa...

Siap Jadi Destinasi Aman, Pemprov DKI Latih Balawista Demi Keselamatan Wisatawan

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Pusat...

SIG Bidik Afrika, Ekspor Perdana Klinker ke Mauritania

Jakarta - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus...

Deru Mesin GT3 Bakal Pecah di Mandalika, Siap-Siap Merinding

Jakarta - Akhir pekan di Mandalika akan menghadirkan nuansa...

Tak Mau Ketinggalan, Kawasan Industri Pulogadung Percepat Transformasi Digital

Jakarta - PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda) atau...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini