27.5 C
Jakarta
Sabtu, Agustus 22, 2026
BerandaKATA EKBISEKONOMI dan KINERJAEkonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pariwisata Jadi Mesin Baru Penggerak Nasional

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pariwisata Jadi Mesin Baru Penggerak Nasional

Jakarta – Kinerja ekonomi nasional pada Triwulan I-2026 mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat meski kondisi global masih dibayangi ketidakpastian.

Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 15,39 juta kunjungan. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara menunjukkan tren yang terus meningkat dengan total mencapai 1,2 miliar perjalanan.

Memasuki awal 2026, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 3,44 juta, sedangkan perjalanan wisatawan nusantara mencapai 319 juta perjalanan. Angka tersebut mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat sekaligus kepercayaan wisatawan terhadap destinasi wisata di Indonesia.

Peningkatan tersebut juga memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Nah untuk target pertumbuhan ekonomi 8%, target kontribusi daripada sektor parwisata adalah 5% terhadap GDP nasional dengan perolehan devisa diharapkan USD39,4 miliar. Kalau angkanya ini setara dengan ekspor utama Indonesia yaitu batubara dan sawit. Maka ini adalah domestic engine of growth yang harus kita pacu,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026, Rabu (20/05).

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pariwisata Jadi Mesin Baru Penggerak Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pariwisata 2026, di Jakarta, Rabu (20/05/2026). (katafoto/HO/rmt/Humas Ekon)

Langkah lainnya yakni memperkuat peran Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata dan BUPP KEK, serta mendorong pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund sebagai alternatif pendanaan di luar APBN reguler.

Untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata, pemerintah telah menetapkan 11 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata guna menciptakan iklim investasi yang lebih kompetitif. Selain itu, sebanyak 37 bandara internasional baru disiapkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan akses wisatawan mancanegara.

Menko Airlangga menilai kawasan ASEAN memiliki peluang besar dalam menopang pertumbuhan sektor pariwisata. Hal itu terlihat dari keberhasilan Thailand dan Malaysia yang mampu menarik lebih dari 35 juta wisatawan asing.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata serta memperkuat konektivitas dan aksesibilitas wisatawan mancanegara.

Melalui kebijakan bebas visa kunjungan, pemerintah menargetkan tambahan hingga 2,5 juta wisatawan asing. Pada tahap awal, kebijakan tersebut menyasar wisatawan dari Jepang, Korea Selatan, Australia, India, Selandia Baru, Kazakhstan, Belarus, dan Makau.

Pemerintah juga mendorong peningkatan kunjungan permanent resident di Singapura, khususnya menuju kawasan Batam, Bintan, dan Karimun yang menjadi salah satu pintu utama wisata regional.

Selain pengembangan destinasi unggulan, pemerintah mempercepat penerapan single platform perizinan penyelenggaraan event guna memudahkan pelaksanaan kegiatan internasional di Indonesia.

Promosi pariwisata berbasis film destinasi juga terus didorong untuk memperkuat daya tarik wisata nasional di pasar global.

“Saya berharap dengan kolaborasi seluruh pihak kita bisa sama-sama meningkatkan standard keamanan destinasi, memperkuat konektivitas dan aktifitas destinasi wisata, integrasi perencanaan dari tujuan pariwisata, promosi dan branding dari destinasi pariwisata dan terkait dengan pelatihan dan sertifikasi,” pungkas Menko Airlangga.

Baca Juga

BGN Beberkan Penyebab Dugaan Insiden MBG di Karo, Ikan Dibiarkan 12 Jam

Medan - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono atau...

Bikin Negara Terancam Rugi Rp1 Triliun, Jaringan Materai Palsu Dibongkar

Jakarta - Polda Metro Jaya bersama Direktorat Jenderal Pajak...

Sentil BPJS Kesehatan, Megawati Beri Peringatan ke Kemenkes dan Kemenkeu

Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum...

Ada Penerima MBG Belum Punya Rumah, BGN Gandeng Kementerian PKP Cari Solusi

Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menemui...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini