Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong penyediaan hunian yang layak bagi warga ibu kota. Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov berencana membangun 11 rumah susun (rusun) baru mulai tahun depan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan pembangunan rusun menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi persoalan permukiman di Jakarta yang menghadapi keterbatasan lahan serta tingginya harga rumah.
Menurut Pramono, keputusan pembangunan rusun tersebut telah disetujui dalam pembahasan anggaran daerah.
“Tadi kebetulan kami rapat mengenai anggaran. Dalam rapat anggaran, saya sudah menyetujui untuk tahun depan kita bangun 11 rusun baru yang besar,” ujar Pramono di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6).
Ia menilai konsep hunian vertikal menjadi solusi yang paling realistis bagi Jakarta. Dengan bertambahnya jumlah rusun, masyarakat diharapkan dapat memperoleh akses tempat tinggal yang lebih mudah dan transparan.
“Karena enggak mungkin Jakarta ini orang bisa memiliki lahan kecuali orang yang mampu ya, yang landed. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci untuk itu,” katanya.
Selain fokus pada penyediaan hunian, Pemprov DKI juga terus menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan bagi pedagang kaki lima (PKL) agar dapat meningkatkan kemampuan usaha dan kesejahteraan mereka.
Di sisi lain, Pramono mengakui Jakarta masih menjadi tujuan banyak masyarakat dari berbagai daerah yang ingin mencari peluang hidup dan pekerjaan yang lebih baik. Karena itu, ia menegaskan Jakarta tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang dan bekerja.
Meski demikian, para pendatang diingatkan untuk memiliki keterampilan yang memadai serta ikut menjaga ketertiban di lingkungan kota.
“Jakarta ini kota terbuka. Siapa saja boleh datang. Siapa saja boleh berusaha di sini. Tetapi kemudian yang paling penting adalah jangan kemudian mengganggu ketertiban umum. Itu yang paling utama,” tandas Pramono.

