katafoto, Riau – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau membagikan sebanyak 5.000 masker gratis kepada masyarakat di lima lokasi di Kota Pekanbaru, Rabu (7/10). Langkah tersebut dilakukan setelah konsentrasi partikulat halus PM2,5 mencapai 251,4 µg/m³ dan kualitas udara berada dalam kategori berbahaya.
Pembagian masker ditujukan untuk membantu mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya gangguan pada saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli mengatakan, masker disalurkan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kelima titik tersebut yakni Bundaran Zapin, Simpang Tiga, Simpang Lampu Merah SKA, Pasar Pagi Arengka, dan kawasan Melur Sukajadi.
“Hari ini, sesuai dengan arahan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, kita melakukan pembagian masker sebanyak 5.000 pcs di 5 titik di Kota Pekanbaru. Diantaranya di Bundaran Zapin, Simpang 3, Simpang Lampu Merah SKA, Pasar Pagi dan Melur Sukajadi,” ujar Zulkifli.
Dalam kegiatan tersebut, Dinkes Riau melibatkan 95 personel yang terdiri dari Tim Krisis Dinas Kesehatan Riau serta akademisi bidang kesehatan.
Sebanyak 64 mahasiswa dari Poltekkes Kemenkes RI, STIKes Al Insyirah, dan Universitas Hang Tuah juga ikut turun ke lapangan untuk membantu membagikan masker kepada warga.
Zulkifli mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Penggunaan masker juga dianjurkan untuk menekan paparan polutan yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.
Warga yang mulai mengalami keluhan pada saluran pernapasan diminta tidak menunda pemeriksaan dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan jaga kesehatan. Gunakan masker, perbanyak minum air putih dan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan pernapasan,” kata Zulkifli.
Selain mengenakan masker, masyarakat juga diminta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi. Dinkes Riau menyarankan warga mengonsumsi sedikitnya delapan gelas air putih setiap hari, terutama ketika kondisi udara panas dan dipenuhi asap.
“Jangan menunggu haus, biasakan minum air putih minimal 8 gelas sehari. Udara yang berasap dan panas bisa membuat tubuh cepat kekurangan cairan. Kalau tubuh terhidrasi dengan baik, daya tahan tubuh juga akan lebih kuat untuk melawan infeksi saluran pernapasan,” tutup Zulkifli.

