25.4 C
Jakarta
Jumat, Januari 23, 2026
BerandaKATA EKBISUMKMUMKM Bangkit, Aksi Jersey untuk Pak Menteri Padati Kota Tua

UMKM Bangkit, Aksi Jersey untuk Pak Menteri Padati Kota Tua

Jakarta – Kawasan Kota Tua, Jakarta, dipadati para pelaku UMKM konveksi dan komunitas kreatif dalam aksi seni bertajuk “Jersey untuk Pak Menteri” pada Minggu (16/11) malam. Kegiatan yang diinisiasi Sinergi ADV Nusantara itu digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap langkah tegas pemerintah dalam menekan masuknya pakaian bekas ilegal yang selama lebih dari sepuluh tahun melemahkan industri tekstil dan konveksi lokal.

Aksi tersebut ditujukan kepada lima pejabat yang dianggap berperan penting dalam penghentian impor pakaian bekas ilegal, yakni Presiden Prabowo Subianto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, serta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Para pelaku UMKM juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparat pemerintah dan lembaga penegak hukum yang dinilai konsisten melakukan penindakan terhadap penyelundupan barang bekas ilegal.

CEO Sinergi ADV Nusantara, Prama Tirta, menegaskan bahwa kebijakan tersebut kembali membuka harapan bagi pekerja konveksi yang selama ini terpuruk oleh banjirnya produk ilegal murah.

“Hari ini kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, khususnya Pak Purbaya yang berkomitmen menghentikan masuknya produk ilegal bekas. Kini kami punya semangat baru untuk bangkit,” ujarnya.

UMKM Bangkit, Aksi Jersey untuk Pak Menteri Padati Kota Tua
CEO Sinergi ADV Nusantara, Prama Tirta memberikan orasi bersama para komunitas seni dan Citayam All Star dalam aksi seni bertajuk “Jersey untuk Pak Menteri” di kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (16/11/2025) (katafoto/HO/Sinergi ADV Nusantara)

Prama berharap langkah tegas ini menjadi momentum pemutus arus barang ilegal yang selama bertahun-tahun merusak ekosistem industri tekstil nasional. Ia menilai dampak negatif pakaian bekas ilegal tidak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga seluruh rantai produksi sandang yang melibatkan ribuan pekerja.

“Indonesia membutuhkan jutaan lapangan kerja, bukan jutaan pakaian bekas. Jika produksi dalam negeri berjalan—mulai dari pabrik benang, kain, karet, hingga industri tali—akan banyak tenaga kerja yang terserap,” tegasnya.

Aksi seni di Kota Tua tersebut menjadi simbol kebangkitan pelaku UMKM konveksi yang kini melihat peluang baru untuk tumbuh dan kembali berkontribusi pada perekonomian nasional. Mereka berharap momentum ini memperkuat komitmen pemerintah dalam melindungi pasar domestik dari serbuan barang ilegal, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara UMKM, komunitas kreatif, dan pemerintah.

Peserta menyerukan bahwa penghentian impor pakaian bekas ilegal bukan semata kebijakan perdagangan, tetapi langkah penting untuk menjaga lapangan kerja dan masa depan industri sandang tanah air. “Semoga UMKM konveksi dapat bangkit bersama pemerintah untuk memajukan negeri,” demikian pesan yang disampaikan.

Acara juga diramaikan kolaborasi seni dari Sinergi ADV Nusantara bersama kelompok Marjinal, Orkes Trotoar, Buntung Cees, Katababa, serta komunitas Citayam All Star yang menampilkan Bonge, Jeje, Roy, Kurma, Alpin, Awwa, Della, Badru, Salsa, Jajat, dan lainnya melalui pertunjukan seni jalanan dan penyerahan jersey simbolik sebagai bentuk penghargaan kepada pemerintah.

Baca Juga

Kugy dan Keenan Kembali, Musikal Perahu Kertas Hadirkan Mimpi di Atas Panggung

Jakarta - Kisah persahabatan dan cinta Kugy serta Keenan...

Stasiun Jatake Segera Beroperasi, Siap Layani 20 Ribu Penumpang

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mempersiapkan...

Energi Hijau dari Kelapa, Banyuasin Bangun Pabrik Bio-Avtur Pertama di Dunia

Sumatra Selatan - Provinsi Sumatra Selatan kembali menorehkan pencapaian...

Sport Tourism Digenjot, Pocari Sweat Run 2026 Siap Tarik Puluhan Ribu Pelari

Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir...

Pesisir Muara Baru Dikepung Sampah, DLH DKI Angkut 137 Ton dalam Tiga Hari

Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini