26.7 C
Jakarta
Jumat, April 24, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHMobile Clinic Turun ke Pengungsian, Pulihkan Trauma Warga Bener Meriah

Mobile Clinic Turun ke Pengungsian, Pulihkan Trauma Warga Bener Meriah

Bener Meriah – Pasca bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, penguatan layanan kesehatan jiwa dilakukan melalui program Mobile Clinic yang menyasar langsung lokasi pengungsian warga terdampak.

Inisiatif ini digagas oleh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Bener Meriah, dr. Insan Sarami Artanoga, Sp.Kj, menyusul meningkatnya keluhan kecemasan dan tekanan psikologis yang dialami para penyintas bencana.

“Banyak warga terdampak mengalami luka psikologis, terutama rasa takut dan cemas. Karena itu kami membentuk layanan mobile clinic agar bisa menjangkau langsung posko-posko pengungsian,” kata dr. Insan.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, Mobile Clinic didukung oleh tenaga kesehatan dari berbagai disiplin. Selain layanan kesehatan umum, tim juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan kondisi mental masyarakat terdampak.

Pendampingan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kelompok usia. Anak-anak mendapatkan terapi bermain seperti aktivitas mewarnai, permainan ringan, hingga olahraga sederhana. Sementara itu, orang dewasa memperoleh pendampingan melalui psikoterapi suportif dan latihan relaksasi guna menekan tingkat kecemasan.

Dr. Insan mengungkapkan, rasa takut saat hujan turun menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan para penyintas, mengingat bencana dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.

“Hampir seluruh penyintas yang kami temui mengaku merasa cemas setiap kali hujan turun. Melalui pendampingan ini, kami berharap ketakutan tersebut tidak berkembang menjadi trauma berkepanjangan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Mobile Clinic menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi pengungsian yang tidak mudah. Beberapa posko hanya dapat dicapai melalui medan berat, bahkan mengharuskan tim menyeberangi sungai.

Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan jiwa juga menjadi tantangan tersendiri. Hingga kini, jumlah dokter spesialis kesehatan jiwa di Kabupaten Bener Meriah masih minim, sehingga layanan harus dijalankan secara bergiliran dan terjadwal.

Baca Juga

Kampung Internet Jadi Ladang Talenta Baru di Bidang Teknologi

Nusa Tenggara Barat - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)...

Pemprov Riau Ancam Sanksi Sekolah yang Gelar Perpisahan di Hotel

Riau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Pendidikan...

Bupati Donggala Kaget, 4.000 Rumah Tidak Layak Huni tapi Bantuan hanya 200 Unit

Donggala - Bupati Vera Elena Laruni mengungkapkan bahwa sekitar...

Tak Lagi Nol Persen, Ini Skema Pajak Baru untuk Mobil Listrik

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri menetapkan aturan...

Kapal Ilegal Disulap Jadi Aset, KKP Manfaatkan Hasil Tangkapan untuk Nelayan

Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengoptimalkan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini