28 C
Jakarta
Senin, Juni 15, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHMobile Clinic Turun ke Pengungsian, Pulihkan Trauma Warga Bener Meriah

Mobile Clinic Turun ke Pengungsian, Pulihkan Trauma Warga Bener Meriah

Bener Meriah – Pasca bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Bener Meriah, penguatan layanan kesehatan jiwa dilakukan melalui program Mobile Clinic yang menyasar langsung lokasi pengungsian warga terdampak.

Inisiatif ini digagas oleh Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Bener Meriah, dr. Insan Sarami Artanoga, Sp.Kj, menyusul meningkatnya keluhan kecemasan dan tekanan psikologis yang dialami para penyintas bencana.

“Banyak warga terdampak mengalami luka psikologis, terutama rasa takut dan cemas. Karena itu kami membentuk layanan mobile clinic agar bisa menjangkau langsung posko-posko pengungsian,” kata dr. Insan.

Sejak mulai beroperasi pada 1 Desember 2025, Mobile Clinic didukung oleh tenaga kesehatan dari berbagai disiplin. Selain layanan kesehatan umum, tim juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan kondisi mental masyarakat terdampak.

Pendampingan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kelompok usia. Anak-anak mendapatkan terapi bermain seperti aktivitas mewarnai, permainan ringan, hingga olahraga sederhana. Sementara itu, orang dewasa memperoleh pendampingan melalui psikoterapi suportif dan latihan relaksasi guna menekan tingkat kecemasan.

Dr. Insan mengungkapkan, rasa takut saat hujan turun menjadi keluhan yang paling banyak disampaikan para penyintas, mengingat bencana dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.

“Hampir seluruh penyintas yang kami temui mengaku merasa cemas setiap kali hujan turun. Melalui pendampingan ini, kami berharap ketakutan tersebut tidak berkembang menjadi trauma berkepanjangan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Mobile Clinic menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi pengungsian yang tidak mudah. Beberapa posko hanya dapat dicapai melalui medan berat, bahkan mengharuskan tim menyeberangi sungai.

Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan jiwa juga menjadi tantangan tersendiri. Hingga kini, jumlah dokter spesialis kesehatan jiwa di Kabupaten Bener Meriah masih minim, sehingga layanan harus dijalankan secara bergiliran dan terjadwal.

Baca Juga

Pemprov DKI Gandeng Swasta Garap Jakarta International Cultural Hub

Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau aset...

KPK Sebut 28 Persen Penerimaan Murid Baru Masih Diwarnai Pungli

Jakarta - Masa penerimaan murid baru selalu menjadi periode...

Menuju Target 8 Persen, Pemerintah Siapkan Jurus Investasi dan Daya Beli

Jakarta - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2027...

AI Masuk ke Jaringan Seluler, Operator Bisa Hemat Investasi Triliunan Rupiah

Jakarta - Perkembangan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) mendorong...

BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dari Biasanya

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini