31.8 C
Jakarta
Selasa, Maret 3, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANRelokasi Warga TPU Kebon Nanas Dimulai, 1.000 Petak Makam Baru Disiapkan

Relokasi Warga TPU Kebon Nanas Dimulai, 1.000 Petak Makam Baru Disiapkan

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung secara simbolis menyerahkan kunci hunian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pulo Gebang, Jakarta Timur, kepada warga yang sebelumnya bermukim di kawasan Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Senin (12/1).

Relokasi ini menjadi bagian dari percepatan pengembalian fungsi lahan pemakaman di Jakarta yang kian terbatas. Program tersebut menyasar 103 kepala keluarga (KK) yang selama ini menempati area seluas 3.754 meter persegi di TPU Kebon Nanas.

Dari total tersebut, sebanyak 73 KK menyatakan kesediaannya untuk pindah ke rusunawa yang telah disiapkan pemerintah, sementara 30 KK lainnya memilih mencari tempat tinggal secara mandiri.

“Saya bersyukur hari ini bisa hadir langsung untuk menyerahkan kunci kepada warga yang direlokasi. Selama ini mereka tinggal di kawasan TPU Kebon Nanas,” ujar Pramono dikutip dari laman berita jakarta. 

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mendampingi penuh proses perpindahan warga. Sebagai bentuk dukungan, Pemprov memberikan pembebasan biaya sewa rusun selama enam bulan bagi warga umum, serta fasilitas sewa gratis seumur hidup bagi warga lanjut usia.

Relokasi Warga TPU Kebon Nanas Dimulai, 1.000 Petak Makam Baru Disiapkan
Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Pulo Gebang, Jakarta Timur yang ditempati 73 kepala keluarga (KK), Senin (12/1/2026). (katafoto/HO/Reza Pratama Putra)

Kebijakan relokasi ini diambil karena Jakarta tengah menghadapi krisis lahan pemakaman. Dari sekitar 80 TPU yang ada, sebanyak 69 lokasi sudah tidak dapat melayani pemakaman secara normal dan menerapkan sistem tumpang tindih, termasuk TPU Kebon Nanas. Sementara itu, hanya 11 TPU yang masih berfungsi secara optimal.

Pengembalian fungsi lahan di TPU Kebon Nanas diperkirakan mampu menambah kapasitas hingga sekitar 1.000 petak makam baru.

“Langkah ini merupakan bagian dari program Pemprov DKI sebelum nantinya tersedia lahan baru yang cukup luas untuk pengembangan TPU,” lanjut Pramono.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang bersedia direlokasi, mengingat sebagian dari mereka telah tinggal di kawasan TPU tersebut selama 25 hingga 30 tahun. Pramono berharap, hunian baru di rusunawa dapat memberikan kenyamanan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Selain hunian, Pemprov DKI juga menyiapkan dukungan sosial, termasuk bantuan pendidikan melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi anak-anak yang ikut direlokasi, serta bantuan ekonomi agar warga tetap memiliki penghidupan.

“Saya minta jajaran terkait, mulai dari Dinas Sosial, wali kota, hingga Dinas Perumahan, untuk memastikan pendidikan anak-anak dan mata pencaharian warga tetap terjaga,” kata Pramono.

Wali Kota Jakarta Timur Munjirin menjelaskan, relokasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi lahan TPU di wilayahnya. Ia menyebutkan, dari 103 KK yang terdampak, sebanyak 73 KK bersedia pindah ke rumah susun, sementara 30 KK lainnya memilih mencari kontrakan sendiri karena memiliki usaha di sekitar TPU.

Sebanyak 73 KK tersebut direlokasi ke enam lokasi rusunawa, yakni 46 KK ke Rusunawa Pulo Gebang, lima KK ke Rusunawa Cipinang Muara, enam KK ke Rusunawa Cipinang Besar Selatan, satu KK ke Rusunawa Jatinegara Barat, sembilan KK ke Rusunawa Jatinegara Kaum, dan enam KK ke Rusunawa Pondok Bambu.

Menurut Munjirin, proses relokasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kelancaran administrasi dan perpindahan sekolah anak-anak. Pemerintah Kota Jakarta Timur juga memberikan bantuan tambahan berupa modal usaha senilai Rp500.000, paket kebutuhan pokok, paket perlengkapan kebersihan, serta kasur bagi warga yang direlokasi.

Selain TPU Kebon Nanas, Pemkot Jakarta Timur juga telah menata kawasan TPU Kober di Rawa Bunga. Dari lahan seluas 1.576 meter persegi, kini tersedia tambahan sekitar 420 petak makam baru.

Salah satu warga yang direlokasi ke Rusunawa Pulo Gebang, Guntur, mengaku bersyukur dapat menempati hunian yang lebih layak. Ia menyebut rusunawa tersebut dilengkapi berbagai fasilitas umum, seperti taman bermain, lintasan jogging, masjid, lapangan futsal, dan ruang terbuka hijau.

Guntur mengungkapkan, dirinya bersama keluarga sebelumnya tinggal di TPU Kebon Nanas selama sekitar 17 tahun.

“Kami bersyukur fasilitasnya lengkap dan nyaman. Keluarga senang, anak-anak juga betah tinggal di sini,” tutupnya.

Baca Juga

Login Tak Bisa, Apa yang Terjadi pada Wikimedia di Indonesia?

Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberlakukan pembatasan...

Ubah Strategi, Budaya Kini Jadi Pilar Ekonomi Masa Depan

Jakarta - Pemerintah terus menempatkan sektor kebudayaan sebagai salah...

Koleksi Jie Karya Sebastian Gunawan Hidupkan DBS Spring Festival 2026

Jakarta - Sebastian Gunawan Signature menghadirkan koleksi terbaru bertajuk...

Dana Miliaran Digelontorkan, UNICEF dan DBS Fokus Benahi Gizi dan Pendidikan Anak NTT

Jakarta - UNICEF Indonesia bersama DBS Foundation resmi mengumumkan...

Belasan Perempuan Diduga Jadi Korban TPPO Dipulangkan ke Jabar

Jakarta - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini