Lumajang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang membuka peluang kerja sama investasi untuk mempercepat transformasi sektor pariwisata. Pemandian Alam Selokambang yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata lokal, kini diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui pendekatan kolaboratif.
Dalam agenda market sounding yang berlangsung pada Kamis (16/4), Pemkab Lumajang berhasil menarik minat 18 calon investor. Tingginya ketertarikan ini menjadi sinyal bahwa Selokambang memiliki potensi ekonomi yang layak dikembangkan secara profesional dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Lumajang, Galih Permadi, menyampaikan bahwa kolaborasi menjadi strategi utama dalam mengoptimalkan potensi destinasi yang sudah dikenal luas tersebut.
“Selokambang memiliki merek yang kuat. Dengan dukungan mitra yang tepat, pengembangannya dapat berjalan lebih cepat dan terarah,” ujar Galih di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (19/4).
Ia menjelaskan, dalam skema kemitraan ini pemerintah berperan sebagai fasilitator sekaligus pengarah kebijakan, sementara investor bertindak sebagai pendorong percepatan pembangunan melalui dukungan pendanaan, teknologi, dan manajemen.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur, layanan wisata, serta daya tarik destinasi secara menyeluruh. Dengan begitu, Selokambang tidak hanya berkembang dari sisi fisik, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan.
Sebagai salah satu aset daerah, Selokambang memiliki posisi penting dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sisi lain, pengembangannya juga diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Peningkatan jumlah wisatawan diperkirakan akan mendorong pertumbuhan usaha kecil, sektor jasa, hingga transportasi di kawasan wisata tersebut.
Pemkab Lumajang memandang sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama penggerak ekonomi daerah. Oleh karena itu, pendekatan proaktif dilakukan dengan memastikan investor yang terlibat memiliki kapasitas dan rekam jejak yang memadai.
Proses seleksi mitra dilakukan secara ketat agar pengembangan Selokambang tetap selaras dengan visi jangka panjang daerah.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa pengembangan tetap akan menjaga nilai historis dan karakter lokal yang menjadi identitas Selokambang. Modernisasi dilakukan tanpa menghilangkan keunikan kawasan.

