29.4 C
Jakarta
Jumat, Juni 5, 2026
BerandaKATA TEKNOTEKNEWSPotensi AI di ASEAN Bisa Tembus USD1 Triliun pada 2030

Potensi AI di ASEAN Bisa Tembus USD1 Triliun pada 2030

Jakarta – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Nilai ekonominya bahkan diperkirakan mencapai USD1 triliun pada 2030.

Indonesia diprediksi mampu menyumbang sekitar USD366 miliar atau setara Rp5.600 triliun dari total potensi tersebut. Namun, menurut Nezar, target tersebut hanya dapat terwujud apabila seluruh negara anggota ASEAN bersama-sama membangun ekosistem AI yang inklusif dan berkelanjutan.

“Indonesia berkomitmen untuk memperkuat penggunaan AI sehingga masyarakat siap menghadapi transformasi digital,” ujar Nezar Patria saat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan ASEAN Foundation di Jakarta, Kamis (4/6).

Nezar menilai kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ekonomi AI di kawasan ASEAN agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah juga telah menyiapkan berbagai program riset dan pengembangan AI guna memastikan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi era transformasi digital.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM) Kemkomdigi, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan sejumlah program pengembangan talenta digital di bidang AI. Program tersebut meliputi AI Talent Factory, Digital Talent Scholarship, serta Digital Leadership Academy.

Menurut Bonifasius, ketiga program itu dirancang untuk memperluas literasi digital masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman terhadap pemanfaatan teknologi AI.

“AI dapat memberikan solusi bagi masyarakat di kawasan ASEAN,” katanya.

Selain itu, Kemkomdigi juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, antara lain Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Brawijaya, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan pemanfaatan AI di berbagai sektor.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menegaskan bahwa kecerdasan buatan kini menjadi elemen penting dalam mempercepat transformasi digital sekaligus mendorong pembangunan di negara-negara ASEAN.

“AI juga menjadi kunci pengembangan pembangunan di kawasan ASEAN,” ujar Piti.

Ia menambahkan, ASEAN Foundation selama ini aktif bekerja sama dengan berbagai komunitas lokal di kawasan guna meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat terhadap teknologi AI.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid juga menyoroti besarnya peluang AI bagi perekonomian nasional. Dalam forum The Power of AI di Bali pada 18 April 2026, Meutya menyebut perluasan adopsi AI berpotensi meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia hingga 3,67 persen.

“Daya saing hari ini tidak lagi ditentukan oleh sumber daya, tetapi oleh kemampuan beradaptasi dengan teknologi, terutama AI,” ujar Meutya Hafid.

Baca Juga

Mazda Bikin Kejutan, Scrum Terbaru dengan Mesin Kecil 660 cc

Praktik rekayasa lencana atau badge engineering masih menjadi hal...

Rekening Office Boy dan Cleaning Service Dipakai Tampung Dana Dugaan Korupsi Imigrasi

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan...

Siap-Siap! Harga Minyakita Bakal Naik, Pemerintah Ungkap Alasannya

Jakarta - Pemerintah berencana menyesuaikan harga eceran tertinggi (HET)...

Ratusan Rakit Tambang Emas Ilegal Dimusnahkan, Pelaku Kabur Saat Razia

Riau - Petugas gabungan yang terdiri dari unsur kepolisian,...

Menag Ajak Masyarakat Tebar Cinta Kasih di Perayaan Waisak 2026

Jakarta - Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengapresiasi kepada umat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini