Jakarta – PT Bank Amar Indonesia Tbk (Amar Bank) melalui produk unggulannya Tunaiku by Amar Bank, kembali berperan sebagai mitra promosi untuk film terbaru karya Joko Anwar, Ghost in the Cell, yang telah tayang di Indonesia pada 16 April 2026 dan telah terjual untuk penayangan di 86 negara.
Keterlibatan ini tidak sekadar bentuk kolaborasi promosi namun didasari pandangan bahwa industri kreatif, khususnya perfilman, merupakan sektor yang kian potensial di Indonesia. Selain memiliki kekuatan budaya, sektor ini juga dinilai mampu menciptakan nilai ekonomi, menarik perhatian publik, serta memiliki relevansi tinggi di tengah masyarakat.
Kehadiran Tunaiku dalam kolaborasi ini juga mencerminkan strategi Amar Bank dalam membangun kedekatan dengan audiens yang semakin digital, aktif, dan lekat dengan budaya populer. Sebagai bagian dari ekosistem Amar Bank, Tunaiku menjadi representasi pemahaman perusahaan terhadap gaya hidup generasi masa kini yang berperan besar dalam konsumsi hiburan sekaligus pertumbuhan ekonomi kreatif.
“Amar Bank melihat industri kreatif sebagai salah satu sektor yang sangat potensial, bukan hanya karena pertumbuhannya, tetapi juga karena kemampuannya menciptakan nilai ekonomi, membangun perhatian publik, dan menghadirkan relevansi yang kuat. Film adalah contoh nyata dari itu. Bagi kami, mendukung Ghost in the Cell bukan hanya soal mendukung sebuah karya, tetapi juga bagian dari komitmen jangka panjang Amar Bank untuk mendukung UMKM serta tumbuh bersama ekosistem kreatif Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Tunaiku sebagai brand digital yang relevan dengan generasi saat ini,” ujar Direktur Utama Amar Bank, Vishal Tulsian.

Pemilihan Ghost in the Cell dinilai selaras dengan strategi tersebut. Sebagai karya terbaru Joko Anwar, film ini telah menarik perhatian luas bahkan sebelum dirilis. Nama Joko Anwar sendiri dikenal lewat karya-karya dengan kekuatan cerita dan gaya penyutradaraan yang khas, sehingga menjadikan film ini bukan sekadar tontonan, melainkan juga sebuah momen budaya yang memiliki daya tarik luas.
“Hari ini, koneksi antara brand dan audiens dibangun bukan hanya lewat pesan, tetapi lewat pengalaman dan ruang budaya yang mereka anggap relevan. Film punya kekuatan itu. Karena itu, dukungan terhadap Ghost in the Cell menjadi cara Amar Bank membangun kedekatan yang lebih autentik dengan audiens yang semakin digital, ekspresif, dan culture-driven,” ujar Marketing Head Amar Bank, Rosalinda Hoesin.
Sementara itu, sutradara Ghost in the Cell, Joko Anwar, menyambut positif kolaborasi ini. “Dukungan dari Amar Bank menunjukkan bahwa industri film Indonesia semakin dilihat sebagai ekosistem yang menarik dan punya nilai besar, bukan hanya secara budaya tetapi juga secara bisnis. Bagi kami, kolaborasi seperti ini penting karena membantu memperluas jangkauan film sekaligus memperkuat kepercayaan bahwa karya kreatif Indonesia layak mendapat dukungan yang lebih luas,” ujarnya.

