32.1 C
Jakarta
Minggu, September 13, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALPeran Ayah Disorot, GATI Solusi Atasi Krisis Keluarga?

Peran Ayah Disorot, GATI Solusi Atasi Krisis Keluarga?

Jakarta – Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama terus menguatkan peran ayah dalam keluarga melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang berbasis nilai-nilai keagamaan. Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan keluarga, mencegah kekerasan dalam rumah tangga, serta membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.

Direktur Penerangan Agama Islam, Muchlis M. Hanafi, menegaskan bahwa GATI tidak hanya sebatas program edukasi, tetapi merupakan gerakan moral dan sosial yang menempatkan ayah sebagai pilar utama dalam pembinaan keluarga.

“Dalam perspektif Islam, ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendidik nilai, penjaga akhlak, pelindung keluarga, dan teladan dalam kehidupan sosial. Karena itu, penguatan peran ayah merupakan bagian penting dalam membangun keluarga yang sakinah dan masyarakat yang harmonis,” ujar Muchlis dalam Rapat Koordinasi Strategi Implementasi GATI Berbasis Nilai Agama yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Jakarta, Selasa (28/4).

Implementasi GATI akan dilakukan melalui integrasi materi ke dalam berbagai layanan keagamaan, seperti bimbingan perkawinan, penyuluhan agama Islam, majelis taklim, hingga khutbah tematik di masjid. Selain itu, para penyuluh agama akan didorong menjadi motor penggerak di tingkat masyarakat melalui pembentukan kelas-kelas ayah serta pendampingan keluarga.

Tingginya angka perceraian, kasus kekerasan dalam rumah tangga dan terhadap anak, serta masih minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi perhatian serius. Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan dinamika baru dalam pola pengasuhan.

“Anak-anak kita hari ini tidak hanya membutuhkan ayah yang hadir secara fisik dan ekonomi, tetapi juga ayah yang hadir secara emosional, spiritual, dan edukatif. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak merupakan faktor penting dalam membentuk karakter, ketahanan mental, dan masa depan mereka,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muchlis menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat implementasi GATI. Kementerian Agama telah menyiapkan berbagai bahan literasi serta panduan berbasis nilai keagamaan, dan akan bersinergi dengan kementerian, lembaga, serta pemangku kepentingan lainnya untuk membangun ekosistem keluarga yang sehat, harmonis, dan religius.

Selain melalui pendekatan kelembagaan, GATI juga akan diperkuat dengan kampanye publik berbasis media digital yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat, sehingga pesan mengenai pentingnya peran ayah dapat diterima secara luas dan mendorong perubahan perilaku.

“Gerakan Ayah Teladan Indonesia harus menjadi gerakan bersama. Dari rumah, masjid, majelis taklim, hingga ruang digital, kita ingin menghadirkan sosok ayah yang tidak hanya memberi, tetapi juga membimbing dan memberi teladan,” tegasnya.

Baca Juga

Mengapa Data Kemiskinan Bank Dunia dan BPS Bisa Jomplang? Ini Penjelasan Dosen UGM

katafoto, Yogyakarta - Perbedaan data kemiskinan Indonesia yang dirilis...

Begini Awal Mula Si Doel Anak Sekolahan Lahir, Rano Karno Punya Obsesi Ini

Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menghadiri...

PFI Yogyakarta Gelar Doa Bersama untuk Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

katafoto, Yogyakarta - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Yogyakarta menggelar...

Bukan Cuma Helikopter, Prabowo Siapkan Kapal Induk hingga Drone untuk Hadapi Karhutla

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi besar untuk...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini