29.7 C
Jakarta
Sabtu, Juni 13, 2026
BerandaKATA EKBISKEUANGANHarga Pertamax Melonjak, Begini Cara Menyelamatkan Keuangan Anda

Harga Pertamax Melonjak, Begini Cara Menyelamatkan Keuangan Anda

Jakarta – Kenaikan harga Pertamax kembali menjadi perhatian masyarakat setelah PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Rabu (10/6).

Harga Pertamax dengan angka oktan atau Research Octane Number (RON) 92 kini naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar Rp3.950 per liter dibandingkan harga sebelumnya.

Perubahan harga tersebut langsung berdampak pada biaya transportasi masyarakat, terutama pengguna kendaraan pribadi yang menjadikan pembelian BBM sebagai salah satu pengeluaran rutin setiap bulan.

Sebagai ilustrasi, pemilik mobil yang mengonsumsi sekitar 100 liter Pertamax per bulan kini harus menyiapkan tambahan anggaran sekitar Rp395.000 setiap bulan. Sementara pengguna sepeda motor dengan konsumsi rata-rata 20 liter per bulan perlu menambah pengeluaran hampir Rp80.000.

Dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan pada biaya perjalanan. Biaya distribusi barang dan operasional berbagai sektor juga berpotensi meningkat sehingga dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga secara keseluruhan.

Karena itu, masyarakat perlu melakukan penyesuaian dalam pengelolaan keuangan agar kenaikan harga Pertamax tidak mengganggu kestabilan anggaran maupun target finansial yang telah direncanakan.

1. Hitung Dampak Kenaikan BBM terhadap Pengeluaran Bulanan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menghitung secara rinci tambahan biaya yang muncul akibat kenaikan harga Pertamax.

Caranya dengan melihat rata-rata konsumsi BBM selama satu bulan, kemudian mengalikannya dengan selisih harga terbaru sebesar Rp3.950 per liter. Perhitungan ini akan membantu mengetahui berapa tambahan dana yang perlu disiapkan setiap bulan.

Dengan mengetahui angka yang pasti, penyesuaian anggaran dapat dilakukan secara lebih terukur dan realistis.

2. Evaluasi Kembali Prioritas Pengeluaran

Setelah mengetahui besaran tambahan biaya transportasi, masyarakat disarankan meninjau ulang seluruh pengeluaran rutin.

Kebutuhan pokok seperti makanan, pendidikan, kesehatan, tagihan rumah tangga, dan cicilan perlu tetap menjadi prioritas utama. Sebaliknya, pengeluaran yang kurang mendesak seperti belanja impulsif, hiburan berlebihan, atau layanan berlangganan yang jarang digunakan dapat dikurangi sementara waktu.

Langkah ini membantu menjaga keseimbangan keuangan tanpa mengorbankan kebutuhan utama keluarga.

3. Buat Pos Anggaran Khusus untuk BBM

Kenaikan harga bahan bakar dapat membuat biaya transportasi membengkak jika tidak dikontrol dengan baik.

Karena itu, penting menetapkan anggaran khusus untuk pembelian BBM setiap bulan. Misalnya, jika sebelumnya biaya bahan bakar mencapai Rp1 juta per bulan, lakukan penyesuaian sesuai kemampuan keuangan setelah harga baru berlaku.

Adanya batas anggaran yang jelas akan membantu mengendalikan pengeluaran sekaligus mendorong penggunaan kendaraan secara lebih efisien.

4. Terapkan Kebiasaan Berkendara yang Lebih Hemat

Penghematan BBM dapat dilakukan tanpa harus mengurangi aktivitas sehari-hari.

Beberapa cara yang dapat diterapkan antara lain menggabungkan beberapa keperluan dalam satu perjalanan, memilih rute yang lebih lancar, memanfaatkan transportasi umum pada waktu tertentu, atau berbagi kendaraan dengan rekan kerja.

Selain menekan konsumsi bahan bakar, langkah tersebut juga berpotensi mengurangi biaya parkir dan pengeluaran transportasi lainnya.

5. Perkuat Dana Darurat

Kenaikan harga Pertamax menjadi pengingat pentingnya memiliki dana darurat yang memadai.

Dana darurat berfungsi sebagai cadangan ketika terjadi peningkatan biaya hidup yang tidak terduga, termasuk lonjakan biaya transportasi maupun kebutuhan harian lainnya.

Bagi yang belum memilikinya, kondisi saat ini dapat menjadi momentum untuk mulai menyisihkan sebagian pendapatan secara rutin sesuai kemampuan.

6. Hindari Menambah Utang Konsumtif

Saat biaya hidup meningkat, sebagian orang memilih menggunakan kartu kredit atau layanan paylater untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski terlihat praktis, langkah tersebut dapat menambah beban keuangan pada bulan-bulan berikutnya. Jika anggaran mulai terasa sempit, lebih baik melakukan penyesuaian pengeluaran, memanfaatkan dana darurat, atau mencari sumber pendapatan tambahan daripada menambah utang konsumtif.

Cara ini dapat membantu menjaga kesehatan keuangan dalam jangka panjang.

7. Manfaatkan Promo dan Program Loyalitas

Masyarakat juga dapat mengurangi beban pengeluaran dengan memanfaatkan berbagai promo pembayaran digital, cashback, maupun program loyalitas yang ditawarkan penyedia layanan pembayaran.

Walaupun tidak sepenuhnya mengimbangi kenaikan harga BBM, potongan harga dan akumulasi poin tetap dapat memberikan penghematan tambahan jika dimanfaatkan secara optimal.

Membandingkan berbagai promo yang tersedia sebelum membeli BBM dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi pengeluaran.

Tetap Disiplin Mengelola Keuangan

Kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter membuat pengguna kendaraan pribadi perlu menyesuaikan kembali perencanaan keuangan mereka.

Dengan menghitung dampak kenaikan biaya secara akurat, menyusun ulang prioritas pengeluaran, mengendalikan konsumsi BBM, serta memperkuat dana darurat, masyarakat dapat mengurangi tekanan finansial akibat meningkatnya harga bahan bakar.

Pengelolaan keuangan yang disiplin dan terukur menjadi kunci agar kondisi ekonomi rumah tangga tetap stabil di tengah kenaikan biaya transportasi.

Baca Juga

Jakarta Lawan Parkir Liar, 456 Pelanggaran Langsung Ditindak

Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, TNI, dan...

BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dari Biasanya

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan...

Prabowo Beri Peringatan Tegas, Semua Pejabat Diminta Segera Benahi Diri

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto terus mengingatkan seluruh pejabat...

Setelah Kuasai Pasar EV, Raksasa Mobil Listrik BYD Incar Formula 1?

Rumor mengenai kemungkinan masuknya BYD ke ajang Formula 1...

Subaru Tarik 69 Ribu Forester, Sunroof Bisa Lepas Saat Mobil Melaju

Subaru mengumumkan penarikan kembali (recall) terhadap sejumlah SUV Forester...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini