Jakarta – Penggunaan parfum di Indonesia menghadapi tantangan utama pada daya tahan aroma, bukan sekadar pilihan wangi. Kondisi iklim tropis yang panas dan lembap membuat aroma parfum cenderung lebih cepat memudar dibandingkan di negara beriklim sejuk.
Founder & Perfumer BestPerfume.Store, Josh Frost, menjelaskan bahwa sebagian besar parfum yang beredar saat ini diformulasikan untuk kondisi cuaca berbeda.
“Tantangan utama penggunaan parfum di Indonesia bukan pada pilihan aroma, melainkan daya tahan. Banyak parfum dirancang untuk iklim yang lebih sejuk. Eau de Toilette (EDT) umumnya memiliki konsentrasi sekitar 10%, sementara Eau de Parfum (EDP) sekitar 15%. Dalam kondisi panas dan lembap seperti di kota-kota besar Indonesia, keduanya sering kali tidak bertahan sepanjang hari,” kata Josh dalam peluncuran, Rabu (29/4).
Sebagai respons, BestPerfume.Store menghadirkan pendekatan berbeda melalui koleksi parfum dengan konsentrasi hingga 50 persen, jauh di atas standar EDP. Total terdapat sekitar 300 varian aroma yang diklaim mampu bertahan lebih lama.
“Dengan konsentrasi tersebut, parfum dirancang untuk bertahan dari aktivitas pagi hingga malam tanpa perlu aplikasi ulang,” ujar Josh dikutip dari laman investor daily.
Ia menilai, konsentrasi yang lebih tinggi membuka peluang bagi masyarakat Indonesia untuk menggunakan parfum dalam aktivitas sehari-hari, tidak hanya pada momen tertentu.
“Selama ini, parfum sering dianggap sebagai sesuatu yang terlalu spesial untuk digunakan setiap hari. Padahal, di situlah esensinya justru hilang,” ujarnya.
Bangun Fasilitas Produksi di Indonesia
Untuk memperkuat ekspansi di pasar domestik, BestPerfume.Store juga membangun fasilitas produksi dan distribusi di Bekasi sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
“Berbeda dari banyak merek parfum lain di pasar, BestPerfume.Store mengelola seluruh proses secara internal, mulai dari formulasi hingga pengiriman. Merek ini tidak bergantung pada pihak ketiga, baik untuk produksi maupun distribusi,” tegas Josh.
Ia menambahkan, setiap batch parfum diracik oleh tim internal guna menjaga konsistensi kualitas produk.
“Ini sebuah pendekatan yang relatif jarang ditemukan pada rentang harga yang ditawarkan,” kata Josh.
Seluruh produk yang dipasarkan juga telah memenuhi standar International Fragrance Association. Bahan baku yang digunakan diklaim setara dengan yang dipakai oleh merek parfum desainer global, serta diproses melalui formulasi berpaten.
Parfum ini dirancang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas kerja hingga acara khusus. Konsumen dapat memilih aroma berdasarkan tingkat intensitas maupun kategori gender melalui platform digital.
Selain itu, tersedia kuis interaktif untuk membantu pengguna menemukan aroma yang sesuai dengan preferensi dan gaya hidup. Konsumen juga dapat memesan tester strips secara gratis sebelum membeli, sebuah pengalaman yang umumnya hanya tersedia di toko fisik.
Untuk mendukung fleksibilitas penggunaan, BestPerfume.Store menghadirkan luxury refillable atomiser atau botol semprot isi ulang berdesain premium.
“Kapasitasnya hingga 60 kali semprotan dalam ukuran yang ringkas dan mudah dibawa,” tandas Josh.

