35 C
Jakarta
Senin, Mei 11, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHDrone Thermal Bantu Petugas Temukan Kawanan Gajah di Bentang Alam Seblat

Drone Thermal Bantu Petugas Temukan Kawanan Gajah di Bentang Alam Seblat

Bengkulu – Bentang Alam Seblat (BAS) terus menjadi salah satu habitat penting bagi kelangsungan hidup Gajah Sumatera. Sebagai bagian dari upaya perlindungan satwa liar, Kementerian Kehutanan melakukan monitoring lapangan menggunakan teknologi drone thermal untuk memantau pergerakan gajah liar di kawasan tersebut.

Penggunaan teknologi pemindaian suhu melalui drone ini menjadi metode pertama yang diterapkan di kawasan Bentang Alam Seblat dalam mendukung pemantauan populasi gajah secara lebih efektif dan minim gangguan.

Hasil monitoring, mengidentifikasi satu kelompok Gajah Sumatera yang terdiri dari 17 ekor. Kelompok tersebut mencakup empat ekor anakan dan 13 ekor gajah remaja hingga dewasa. Keberadaan anakan gajah dinilai menjadi indikator penting bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami Bentang Alam Seblat.

Kegiatan pemantauan ini menjadi semakin penting setelah adanya kasus kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu. Selain itu, sejumlah kematian gajah juga pernah tercatat terjadi di kawasan Bentang Alam Seblat dan wilayah sekitarnya dalam beberapa tahun terakhir. Gajah Sumatera masih menghadapi tekanan serius, mulai dari konflik antara manusia dan satwa liar, kerusakan habitat, hingga ancaman lainnya.

Pemanfaatan drone thermal menjadi salah satu inovasi yang dilakukan Kementerian Kehutanan dalam memperkuat upaya konservasi gajah sumatera di habitat aslinya. Teknologi tersebut memungkinkan proses pemantauan dilakukan di area yang sulit dijangkau sekaligus mengurangi gangguan terhadap perilaku alami satwa liar.

Selain itu, data hasil pemantauan diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu, Agung Nugroho, mengatakan penggunaan drone thermal menjadi terobosan baru yang sangat membantu tim konservasi di lapangan.

“Penggunaan drone thermal dalam monitoring gajah liar di Bentang Alam Seblat merupakan terobosan baru yang sangat membantu tim di lapangan. Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa. Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,” ujarnya.

Agung menambahkan, kelompok yang berhasil dipantau tersebut baru satu dari beberapa kelompok Gajah Sumatera yang hidup di kawasan Bentang Alam Seblat. Karena itu, kegiatan monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.

Baca Juga

Cek Pelanggaran ETLE, Telat Bayar Tilang Bisa Bikin STNK Kamu Diblokir

Jakarta - Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) berbasis...

Penjualan Properti Residensial Anjlok 25 Persen, BI Ungkap Penyebab Utamanya

Jakarta - Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial di...

Dua Anak Harimau Sumatera Lahir dari Kisah Cinta Sinta dan Kyai Batua

Lampung - Dua anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae)...

Mall Penuh dan Orang Banyak Belanja, Menkeu Purbaya: Ekonomi Bagus Banget

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (05/05)...

Viral Kode 09 Meteran PLN Bisa Bongkar Alat Paling Boros, Benarkah?

Jakarta - Media sosial ramai membahas klaim bahwa meteran...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini