26.1 C
Jakarta
Senin, September 28, 2026
BerandaKATA EKBISINDUSTRIPenjualan Properti Residensial Anjlok 25 Persen, BI Ungkap Penyebab Utamanya

Penjualan Properti Residensial Anjlok 25 Persen, BI Ungkap Penyebab Utamanya

Jakarta – Bank Indonesia mencatat penjualan properti residensial di pasar primer mengalami penurunan pada triwulan I 2026. Secara tahunan, pertumbuhan penjualan properti residensial terkontraksi sebesar 25,67 persen (year on year/yoy), berbalik dari pertumbuhan 7,83 persen pada triwulan IV 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pelemahan tersebut terutama dipicu penurunan penjualan rumah tipe kecil.

“Penurunan pertumbuhan penjualan rumah tersebut dipengaruhi oleh pertumbuhan penjualan rumah tipe kecil yang terkontraksi sebesar 45,59 persen (yoy), dari sebelumnya tumbuh tinggi sebesar 17,32 persen (yoy),” kata Ramdan Denny dikutip dari laman BI, Sabtu (9/5/2026).

Di tengah penurunan tersebut, penjualan rumah tipe menengah justru menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,28 persen secara tahunan, membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang masih terkontraksi 4,84 persen.

Sementara itu, penjualan rumah tipe besar masih mengalami kontraksi sebesar 8,03 persen (yoy), meski lebih baik dibandingkan penurunan pada triwulan IV 2025 yang mencapai 10,95 persen.

Secara triwulanan (quarter to quarter/qtq), penjualan rumah pada triwulan I 2026 juga mengalami kontraksi sebesar 7,69 persen setelah sebelumnya tumbuh 2,01 persen pada triwulan IV 2025.

“Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh penjualan rumah tipe besar yang terkontraksi sebesar 20,38 persen (qtq), dari sebelumnya tumbuh tinggi sebesar 31,97 persen (qtq),” ujarnya.

Selain rumah tipe besar, penjualan rumah tipe menengah turut mengalami kontraksi sebesar 10,72 persen (qtq) setelah sebelumnya tumbuh 8,59 persen.

Adapun penjualan rumah tipe kecil tercatat mengalami kontraksi lebih dalam menjadi 14,68 persen (qtq), dibandingkan kontraksi 7,43 persen pada triwulan sebelumnya.

Tantangan Sektor Properti

Ramdan Denny menjelaskan sektor properti residensial primer masih menghadapi sejumlah tantangan yang memengaruhi pengembangan dan penjualan.

Berdasarkan hasil survei BI, kendala utama yang dihadapi pengembang meliputi kenaikan harga bahan bangunan sebesar 20,97 persen, persoalan perizinan dan birokrasi sebesar 18,15 persen, serta suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebesar 16,47 persen.

Selain itu, tingginya proporsi uang muka dalam pengajuan KPR turut menjadi tantangan dengan persentase 12,16 persen, disusul faktor perpajakan sebesar 11,28 persen.

Meski demikian, suku bunga KPR pada triwulan I 2026 tercatat relatif stabil di level 7,42 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pembiayaan Properti Masih Didominasi Dana Internal

Pada sisi pembiayaan, mayoritas pengembang masih mengandalkan dana internal perusahaan untuk pembangunan properti residensial dengan porsi mencapai 80,66 persen dari total kebutuhan pembiayaan.

Sumber pembiayaan lainnya berasal dari pinjaman perbankan sebesar 13,74 persen dan pembayaran konsumen sebesar 5,60 persen.

Sementara dari sisi konsumen, mayoritas pembelian rumah primer masih dilakukan melalui fasilitas KPR dengan pangsa mencapai 69,87 persen dari total skema pembelian rumah.

“Sementara itu, pembelian rumah primer melalui pembayaran tunai bertahap dan tunai masing-masing memiliki pangsa sebesar 19,61 persen dan 10,53 persen,” kata Ramdan.

BI juga mencatat total nilai KPR pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 4,79 persen secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan 7,05 persen pada triwulan sebelumnya. Secara triwulanan, pertumbuhan nilai KPR juga melambat menjadi 0,37 persen dibandingkan 1,72 persen pada triwulan IV 2025.

Baca Juga

Bus Transjakarta Jadi Tempat Beristirahat PPKS, Pengawasan Petugas Diperketat

katafoto, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merespons keluhan...

Fantastis! Hingga Juli 2026 Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp7,63 Triliun

katafoto, Jakarta - Penggunaan QRIS Antarnegara terus berkembang sejak...

Bukan Cuma SD, Pendidikan Gratis Kini Disiapkan Mulai TK, Ini Rinciannya

katafoto, Jakarta - Pemerintah menyiapkan skema layanan pendidikan gratis...

Tak Kenal Usia, 40 Perempuan Lansia di Sleman Kembali Sekolah

katafoto, Sleman - Usia lanjut bukan menjadi alasan untuk...

Transaksi Digital Melonjak 40 Persen, BI Tegaskan Uang Cash Tetap Berlaku

katafoto, Jakarta - Transaksi pembayaran digital di Indonesia terus...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini