27.8 C
Jakarta
Senin, September 28, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALHore, Warga Miangas Dapat Ponsel Gratis dan Perangkat Internet Starlink

Hore, Warga Miangas Dapat Ponsel Gratis dan Perangkat Internet Starlink

Sulawesi – Pemerintah terus mempercepat pemerataan akses digital di wilayah perbatasan Indonesia. Melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 203 unit ponsel pintar dan perangkat internet satelit Starlink kepada masyarakat Pulau Miangas, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (9/5).

Bantuan tersebut diberikan untuk memastikan masyarakat di wilayah terluar Indonesia dapat menikmati akses komunikasi dan terhubung dengan ekosistem digital nasional.

Penyaluran perangkat telekomunikasi itu menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo ke Pulau Miangas yang dikenal sebagai salah satu wilayah terdepan Indonesia di kawasan utara Nusantara.

Selain membagikan perangkat komunikasi, pemerintah juga memperkuat infrastruktur jaringan agar layanan telekomunikasi di kawasan tersebut dapat berjalan lebih optimal.

“Kami memperkuat jaringan supaya ponsel bisa beroperasi di sini. Menkomdigi memberikan Starlink dan ponsel untuk semua kepala keluarga,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, penguatan infrastruktur telekomunikasi dan pemanfaatan teknologi satelit menjadi langkah penting untuk menghubungkan wilayah terpencil dengan sistem ekonomi digital nasional.

Ia menilai kehadiran negara di kawasan perbatasan juga menjadi simbol transformasi digital agar masyarakat di wilayah terluar tidak lagi mengalami keterisolasian akses informasi dan komunikasi.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menjelaskan program perluasan akses internet tersebut merupakan bentuk nyata pemerataan konektivitas digital di daerah 3T.

Program itu dijalankan melalui kerja sama antara Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) dan Telkomsel untuk memperkuat sinyal Base Transceiver Station (BTS) di Pulau Miangas.

“Pelaku usaha kecil di wilayah ini juga harus mampu mengembangkan pasarnya ke ranah yang lebih luas melalui ekosistem digital,” tutur Meutya.

Ia menambahkan, pemerataan akses internet menjadi fondasi penting dalam menciptakan kesempatan ekonomi, pendidikan, dan layanan publik yang lebih setara bagi masyarakat di daerah pelosok.

Pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 desa yang saat ini masih masuk kategori blank spot atau belum terjangkau layanan internet dapat memperoleh akses telekomunikasi hingga akhir 2026.

Melalui program percepatan pembangunan Indonesia Digital, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi prioritas utama pemerintah dalam pengembangan infrastruktur komunikasi nasional.

Baca Juga

Bea Cukai Sita Barang Impor Rp27,3 Miliar, Modus Pengelabuan Terungkap

katafoto, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)...

Fantastis! Hingga Juli 2026 Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp7,63 Triliun

katafoto, Jakarta - Penggunaan QRIS Antarnegara terus berkembang sejak...

Jokowi Buka Kartu, Ini 10 Aktivitasnya Bersama PSI Jelang Pemilu 2029

katafoto, Bandung - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi)...

Gaji Baru Masuk Sudah Habis? Ini Trik Buat Gen-Z Biar Tak Lagi ‘Numpang Lewat’

katafoto, Jakarta - Istilah "gaji numpang lewat" kini semakin...

Bukan Cuma SD, Pendidikan Gratis Kini Disiapkan Mulai TK, Ini Rinciannya

katafoto, Jakarta - Pemerintah menyiapkan skema layanan pendidikan gratis...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini