Bogor – Memasuki tahun ke-16 sejak pertama kali diselenggarakan pada 2009, ajang penghargaan bagi insan foto jurnalistik Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) 2026 kembali digelar organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Sekretariat Daerah, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Jumat (8/5).
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo atau yang akrab disapa Dido, mengatakan APFI menjadi penghargaan paling bergengsi bagi wartawan foto di Indonesia. Menurutnya, kualitas karya yang dikirimkan pada tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Foto yang mendaftar untuk APFI 2026 sebanyak 2.322 karya, tetapi yang lolos verifikasi hanya 1.831 karya dengan 127 fotografer anggota PFI dan 27 fotografer citizen journalist,” kata Dwi Pambudo dalam keterangan tertulis.
Ia berharap APFI dapat menjadi ruang bagi para jurnalis foto untuk terus berkembang dan menjaga semangat berkarya di tengah tantangan industri media saat ini.
“APFI menjadi oase bagi para jurnalis foto di Indonesia untuk berkembang dengan semangat berkarya terutama di tengah disrupsi digital, arus deras hoax, dan industri media yang cukup memprihatinkan ditandai dengan gelombang PHK yang dialami sejumlah wartawan dan pekerja media, serta perusahaan pers yang gulung tikar,” ujarnya.
Dalam pembukaan APFI 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menilai foto jurnalistik memiliki kekuatan besar dalam menyampaikan pesan kemanusiaan kepada publik.

“Saya paling tersentuh tadi ketika lihat foto di Gunung Semeru tadi bapak dan ibu menggendong anaknya yang masih bayi, saya membayangkan kalau anak itu melihat foto itu 10 hingga 20 tahun kemudian ketika orang tuanya sudah tidak ada,” ujar Bima kepada wartawan.
Menurut Bima, foto tersebut menggambarkan perjuangan orang tua yang rela berkorban demi menyelamatkan anak mereka di tengah situasi bencana dan keterbatasan.
Berdasarkan hasil seleksi Dewan Juri APFI 2026, sejumlah karya jurnalistik berhasil meraih penghargaan di berbagai kategori. Dwi Pambudo menyebut karya fotografer Fauzan berjudul Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob terpilih sebagai peraih Alex dan Frans Mendur Trophy APFI Photo of The Year pada kategori Foto Spot.
“Dewan Juri memilih karya dari jurnalis foto Fauzan yang diberi judul Demonstrasi atas Tewasnya Ojol yang Terlindas Rantis Brimob tersebut dipilih oleh Dewan Juri sebagai peraih Alex dan Frans Mendur Trophy APFI Photo of The Year dalam kategori Foto Spot Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026,” kata Dwi.
Sementara itu, pewarta foto Edwin Putranto dari Republika meraih penghargaan kategori Foto Cerita Spot melalui karya berjudul Desa Hilang Tersapu Banjir.
Pada kategori General News foto tunggal, penghargaan diberikan kepada Umarul Faruq dari LKBN ANTARA melalui karya Evakuasi Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny. Sedangkan kategori foto cerita dimenangkan Rivan Awal Linggadengan karya Kidung Sederhana di Tanah Bencana.
Untuk kategori People in the News foto tunggal, penghargaan diraih Jeprima WD lewat karya Tom Lembong Bebas. Adapun kategori foto cerita dimenangkan Adi Maulana Ibrahim dengan karya Mengantar Kepergian Affan Kurniawan.
Pada kategori Nature & Environment foto tunggal, penghargaan diberikan kepada Totok Wijayanto untuk karya Kondisi Pascabanjir di Aceh Tamiang. Sementara kategori foto cerita dimenangkan Chaideer Mahyuddin melalui karya The Last Hope.
Kategori Art & Entertainment foto tunggal diraih Wahdi Septiawan dengan karya Bekarang-Riang. Sedangkan kategori foto cerita dimenangkan Andry Denisah melalui karya Wowine Wakatobi sebagai Simbol Kekuatan dan Kemandirian Perempuan.

Di kategori Sport foto tunggal, penghargaan diraih Adryan Yoga lewat karya Kutukan Marques di Mandalika. Untuk kategori foto cerita Sport, penghargaan diberikan kepada Agatha Capri dengan karya Dunia Singgah di Tanah Tertinggal.
Sementara itu, kategori Citizen foto tunggal dimenangkan oleh Fajar Samsumar dengan karya Cumulonimbus Raksasa Langit Pembawa Bencana.
Menutup acara, Dwi Pambudo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya APFI 2026.
“Sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Anugerah Pewarta Foto Indonesia 2026, organisasi wartawan Pewarta Foto Indonesia mengucapkan terima kasih atas kerja keras PFI Bogor dan memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh mitra yang sudah setia mendukung pengembangan foto jurnalistik tanah air,” tutup Dido.

