33 C
Jakarta
Senin, Mei 11, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALPeduli Lingkungan, Umat Buddha Tuang Ribuan Liter Eco Enzyme ke Sungai Sunter

Peduli Lingkungan, Umat Buddha Tuang Ribuan Liter Eco Enzyme ke Sungai Sunter

Jakarta – Umat Buddha menggelar aksi pelestarian lingkungan dengan menuangkan Eco Enzyme ke aliran Sungai Sentiong Sunter, Minggu (10/5). Kegiatan bertajuk Gerakan Eco Enzyme tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Vesakha Sananda 2570 BE yang berlangsung secara serentak di berbagai daerah di Indonesia.

Eco Enzyme merupakan cairan hasil fermentasi limbah organik yang dipercaya dapat membantu mengurangi polutan kimia sekaligus memperbaiki kualitas air. Aksi ini menjadi simbol kepedulian umat Buddha bersama masyarakat terhadap kelestarian lingkungan melalui langkah sederhana yang berdampak bagi ekosistem.

Gerakan Eco Enzyme terselenggara melalui kolaborasi Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha bersama sejumlah organisasi dan komunitas, di antaranya Sangha Theravada Indonesia (STI), Eco Enzyme Nasional Bersatu, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, MAGABUDHI, WANDANI, dan PATRIA.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diajak turut berpartisipasi menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat dengan menuangkan Eco Enzyme ke sungai-sungai di berbagai wilayah.

Peduli Lingkungan, Umat Buddha Tuang Ribuan Liter Eco Enzyme ke Sungai Sunter
Umat Budha, komunitas peduli lingkungan berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag menuangkan cairan hasil fermentasi limbah organik, Eco Enzyme pada rangkaian perayaan Vesakha Sananda 2570 BE di Sungai Sentiong Sunter, Jakarta, Minggu (10/5/2026). (katafoto/HO/Dirjen Bimas Buddha Kemenag)

Direktur Jenderal Bimas Buddha, Supriyadi, mengatakan pelestarian lingkungan merupakan bagian dari praktik kebajikan dalam ajaran Buddha yang menekankan harmoni antara manusia dan alam.

“Kementerian Agama selama dua tahun berturut-turut menyongsong Hari Raya Waisak dengan menggelar rangkaian karya kebajikan selama satu bulan penuh untuk agama, bangsa, negara, dan kehidupan, termasuk bagi alam semesta. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah pembuatan Eco Enzyme secara serentak di 34 provinsi pada 7 Mei, dan hari ini 10 Mei dilanjutkan dengan gerakan menuang Eco Enzyme secara serentak di seluruh Indonesia bersama para pemerhati lingkungan,” ujar Supriyadi dikutip dari laman kemenag. 

Koordinator Bidang Bakti Sosial Panitia Gema Waisak Nasional 2026, Santoso, mengatakan bahwa gerakan tersebut diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup ramah lingkungan melalui tindakan sederhana.

“Hari ini berkumpul untuk bersama-sama membantu pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan menuang Eco Enzyme agar lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat. Menariknya gerakan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Gerakan kecil ini merupakan awal dari gerakan besar untuk membantu melestarikan lingkungan hidup Indonesia,” kata Santoso.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 5.770 liter Eco Enzyme murni dituangkan ke aliran Sungai Sentiong Sunter sebagai simbol komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan. Gerakan serupa juga dilakukan di berbagai daerah sebagai bagian dari semangat kolektif menciptakan bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Melalui Gerakan Eco Enzyme Vesakha Sananda 2570 BE, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama demi terciptanya kehidupan yang harmonis, sehat, dan berkelanjutan.

Baca Juga

Lapas Sukamiskin Jadi Percontohan, 70 Dapur MBG Segera Beroperasi

Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) menyiapkan sekitar...

Jangan Asal Klik Email, Phishing Bisa Bobol Data dan Rekening Perusahaan

Jakarta - Serangan phishing masih menjadi salah satu ancaman...

Singapura Masih Jadi Primadona, Turis Indonesia Rela Habiskan Jutaan Rupiah

Jakarta - Singapura masih menjadi salah satu destinasi luar...

Bedanya Token Listrik dan Kuota Internet Bikin PLN Indosat Adu Argumen

Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang pleno...

Antisipasi El Nino dan Geopolitik, Dharma Jaya Gaspol Impor 7.500 Sapi

Jakarta - Guna menjaga ketahanan pangan di Jakarta, Perumda...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini