Jakarta – Proyek modernisasi Irigasi Rentang Loan Secondary System (LSS) kini mulai difungsikan untuk mendukung ketersediaan air pertanian di Kabupaten Indramayu. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan air sekaligus mendorong produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Proyek yang digarap PT Hutama Karya (Persero) mencakup peningkatan saluran irigasi sekunder sepanjang 14,423 kilometer, pembangunan 12 bangunan offtake, satu unit check structure, serta lebih dari 100 bangunan pelengkap lainnya. Selain itu, dilakukan normalisasi saluran pembuang sepanjang 100,846 kilometer dan pembangunan jalan inspeksi untuk menunjang operasional jaringan irigasi.
Seluruh pekerjaan konstruksi telah rampung dan saat ini memasuki tahap pemeliharaan. Secara wilayah, proyek tersebut mencakup lima kecamatan di Kabupaten Indramayu, yakni Gabuswetan, Kandanghaur, Losarang, Terisi, dan Kroya, dengan total cakupan layanan irigasi mencapai 3.007 hektare lahan pertanian.
Jaringan irigasi yang dimodernisasi meliputi kawasan Ciluncat, Ranjeng, Plasah, dan Tipar yang selama ini menjadi jalur distribusi utama air bagi area pertanian setempat.
Beroperasinya sistem irigasi tersebut, distribusi air dinilai menjadi lebih merata dan terukur sehingga dapat mengurangi risiko kekurangan air saat musim tanam serta meningkatkan efisiensi pengairan.
Kondisi itu memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola lahan pertanian sekaligus mendorong peningkatan intensitas tanam dan hasil panen.
Modernisasi Irigasi Rentang juga disebut mampu mengurangi kehilangan air di jaringan, meningkatkan ketahanan terhadap fluktuasi debit air, serta memperkuat sistem pengelolaan irigasi yang lebih andal.
Selain itu, keberadaan jalan inspeksi turut mempermudah proses operasional dan pemeliharaan jaringan irigasi sekaligus meningkatkan aksesibilitas di kawasan pertanian.
Pembangunan infrastruktur tersebut sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian berbasis infrastruktur berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan penyelesaian proyek tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Dengan telah difungsikannya Irigasi Rentang LSS, kami berharap infrastruktur ini dapat memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian, khususnya dalam menjaga ketersediaan air dan meningkatkan produktivitas pertanian. Hutama Karya berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang tidak hanya selesai secara konstruksi, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Hamdani.

