31 C
Jakarta
Selasa, Juni 30, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPBUGAR SEHATIngin Sehat di Usia Senja? AgeLetics Tawarkan Program Wellness Khusus Lansia

Ingin Sehat di Usia Senja? AgeLetics Tawarkan Program Wellness Khusus Lansia

Jakarta – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut terus mengalami peningkatan. Menjawab kebutuhan tersebut, komunitas wellness AgeLetics resmi hadir di Jakarta dengan menghadirkan program olahraga yang dirancang khusus bagi para lansia agar tetap aktif, mandiri, dan menikmati usia senja dengan kualitas hidup yang lebih baik.

Peluncuran AgeLetics yang berlangsung pada Sabtu (27/6) menjadi alternatif baru bagi masyarakat lanjut usia yang selama ini memiliki keterbatasan pilihan aktivitas olahraga sesuai dengan kondisi fisik mereka. Berbeda dari pusat kebugaran pada umumnya, seluruh program yang ditawarkan disusun secara khusus dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, keamanan, serta kemampuan mobilitas masing-masing peserta.

Co-founder AgeLetics, Shafira Firdausi, menjelaskan bahwa komunitas tersebut lahir dari kepedulian terhadap semakin tingginya penurunan fungsi fisik yang dialami seseorang seiring bertambahnya usia. Menurutnya, aktivitas fisik yang tepat mampu membantu memperpanjang masa hidup sehat sekaligus menjaga kemandirian lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Misi kami adalah meningkatkan longevity dan kualitas hidup para lansia melalui program olahraga dan berbagai kegiatan wellness,” ujar Shafira Firdausi.

AgeLetics tidak hanya menyediakan kelas olahraga, tetapi juga berupaya membangun komunitas yang mendukung kesehatan secara menyeluruh. Ke depan, berbagai program wellness akan terus dikembangkan, mulai dari edukasi kesehatan, kegiatan sosial, hingga aktivitas yang berfokus pada peningkatan kesehatan mental para anggotanya.

Ingin Sehat di Usia Senja? AgeLetics Tawarkan Program Wellness Khusus Lansia
Jajaran manajemen komunitas wellness AgeLetics foto bersama saat peluncuran di Jakarta. (katafoto/HO/AgeLetics)

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian AgeLetics adalah penurunan massa otot atau sarkopenia. Kondisi ini sebenarnya mulai terjadi sejak usia 30 tahun, ketika massa otot dapat berkurang sekitar 3 hingga 5 persen setiap dekade apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.

Penurunan massa otot tidak hanya menyebabkan tubuh menjadi lebih lemah, tetapi juga meningkatkan risiko jatuh, patah tulang, hingga hilangnya kemampuan lansia untuk hidup mandiri. Berdasarkan data yang dikutip AgeLetics dari American Society for Bone and Mineral (2015), sarkopenia dapat meningkatkan risiko jatuh dan patah tulang hingga 2,3 kali lipat pada kelompok usia lanjut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, AgeLetics menjadikan latihan penguatan otot atau strength training sebagai salah satu program utama. Seluruh sesi latihan dirancang oleh dokter spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR), sehingga dapat dilakukan dengan aman sesuai kondisi kesehatan masing-masing peserta.

Selain sarkopenia, masalah persendian seperti osteoartritis juga menjadi keluhan yang banyak dialami lansia. Penipisan bantalan sendi sering kali menimbulkan rasa nyeri, membatasi ruang gerak, hingga mengganggu kemampuan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Co-founder AgeLetics, Nadia Jean, mengatakan pihaknya juga menghadirkan kelas Pilates sebagai solusi bagi lansia yang membutuhkan olahraga berintensitas rendah atau low impact.

“Latihan ini berfokus pada peningkatan fleksibilitas, keseimbangan, kekuatan otot inti, serta mobilitas sendi tanpa memberikan tekanan berlebihan pada tubuh,” sambung Nadia.

Menurut Nadia, program Pilates dirancang untuk membantu lansia tetap aktif bergerak, mengurangi risiko cedera, serta meningkatkan keseimbangan tubuh sehingga potensi terjatuh dapat ditekan.

Lebih jauh, Nadia menegaskan bahwa AgeLetics tidak hanya ingin menjadi tempat berolahraga, tetapi juga menjadi ruang bagi para lansia untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan.

“Komunitas ini juga mendorong para anggotanya untuk saling berinteraksi dan membangun hubungan sosial yang positif, karena kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam mendukung healthy aging,” urai dia.

Saat ini, AgeLetics telah beroperasi di sejumlah wilayah Jakarta, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Kegiatan komunitas ini dijalankan melalui kerja sama dengan berbagai studio olahraga, seperti Forte Pilates, MOUV Pilates, Rumah Raga by Denada, STRDC Studio, dan Sides Pilates.

Melalui pendekatan olahraga yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia serta dukungan komunitas yang positif, AgeLetics berharap semakin banyak masyarakat dapat mempersiapkan masa tua yang lebih sehat, aktif, dan produktif. Dengan tubuh yang tetap kuat, mobilitas yang terjaga, serta kesehatan mental yang baik, para lansia diharapkan dapat menikmati usia senja dengan kualitas hidup yang lebih optimal.

Baca Juga

Harga Rumah Makin Mahal, Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun Baru

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong...

FAO Sebut Indonesia Produsen Beras Terbesar di Asia Tenggara, Ini Kuncinya

Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut...

Bayar Pajak Kendaraan di Jateng Bisa Dapat Emas dan Uang Tunai, Begini Caranya

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada...

DPR dan Pemerintah Siapkan Jurus Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Jakarta - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama...

Logo HUT ke-81 RI Resmi Diluncurkan, Fajar Novario Raih Suara Terbanyak

Jakarta - Pemerintah resmi memperkenalkan logo dan identitas visual...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini