34 C
Jakarta
Senin, Agustus 17, 2026
BerandaKATA BERITANASIONALGempa Guncang NTT, Mentan Amran Salurkan 5.386 Ton Beras untuk Warga Terdampak

Gempa Guncang NTT, Mentan Amran Salurkan 5.386 Ton Beras untuk Warga Terdampak

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Begitu menerima informasi mengenai bencana tersebut, Amran memerintahkan Perum Bulog untuk segera mengonsolidasikan bantuan pangan dan menyalurkannya ke daerah terdampak.

“Dalam kondisi seperti ini, negara hadir dan bergerak cepat. Kami pastikan bantuan beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur,” ujar Mentan Amran, Minggu (16/8).

Total bantuan beras yang disiapkan untuk empat kabupaten di NTT mencapai 5.386 ton. Bantuan tersebut terdiri atas bantuan khusus untuk penanganan bencana dan bantuan pangan reguler dengan nilai keseluruhan sekitar Rp75,4 miliar.

Empat daerah yang mendapatkan bantuan adalah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Sikka.

Rinciannya, Kabupaten Manggarai menerima 31,63 ton beras bantuan bencana serta 1.799 ton bantuan pangan reguler. Kemudian Manggarai Timur memperoleh 153 ton bantuan bencana dan 1.661 ton bantuan pangan reguler.

Sementara itu, Kabupaten Ngada mendapatkan 8,06 ton bantuan bencana dan 444,21 ton bantuan pangan reguler. Adapun Kabupaten Sikka menerima 6,88 ton bantuan bencana serta 1.281,36 ton bantuan pangan reguler.

Secara keseluruhan, bantuan beras yang dialokasikan khusus untuk penanganan bencana mencapai 200,35 ton. Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga yang terdampak langsung dan berada dalam situasi darurat.

Amran yang juga menjabat Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan koordinasi terus dilakukan bersama Perum Bulog dan pemerintah daerah. Langkah tersebut diperlukan agar distribusi bantuan tetap dapat menjangkau warga, termasuk mereka yang berada di lokasi dengan akses terbatas akibat bencana.

“Prioritas kita adalah masyarakat. Bantuan harus sampai kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, mengalami keterbatasan akses, maupun berada di wilayah yang terdampak langsung. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk memastikan ketersediaan dan distribusi pangan tetap aman,” tegasnya.

Menurut Amran, penanganan kebutuhan pangan di daerah terdampak tidak cukup hanya mengandalkan bantuan darurat. Pemerintah juga memastikan penyaluran bantuan pangan reguler tetap berlangsung agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi setelah masa tanggap darurat.

“Penanganan pangan dalam situasi bencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat. Kita juga harus memastikan masyarakat tetap memiliki akses pangan setelah masa tanggap darurat. Karena itu, bantuan bencana dan bantuan pangan reguler kita jaga secara bersamaan,” jelas Mentan Amran.

Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan warga yang terdampak bencana tetap mendapatkan dukungan selama proses pemulihan.

“Kita ingin memastikan tidak ada masyarakat terdampak bencana yang merasa sendirian. Pemerintah hadir. Pangan tersedia, bantuan kita gerakkan, dan koordinasi terus kita perkuat sampai kondisi masyarakat kembali pulih. Ini adalah kerja bersama. Semua unsur harus bergerak dengan satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga

Prabowo Sebut BUMN Tak Boleh Jadi Sumber Dana Penguasa, 290 Perusahaan Ditutup

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa badan usaha...

Polri Kerahkan 10 Anjing K9 ke Flores, Misi Khusus Cari Korban Gempa Dimulai

Polri memperkuat upaya pencarian dan penyelamatan korban pascagempa bumi...

GOTO dan CPIN Keluar dari Indeks MSCI, 9 Saham Lain Bernasib Sama

Jakarta - MSCI Inc kembali mengumumkan hasil tinjauan indeks...

Sering Lelah dan Stamina Menurun? Waspadai Sinyal Gangguan Hormon dan Metabolisme

Jakarta - Tubuh terus memberikan berbagai sinyal ketika terjadi...

Imigrasi Tolak 9.394 Permohonan Paspor, Ada Indikasi Disalahgunakan untuk Kejahatan

Jakarta - Direktorat Jenderal Imigrasi menolak 9.394 permohonan paspor...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini