32.3 C
Jakarta
Minggu, Juli 26, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKECANTIKANPeneliti UGM Sulap Garam Pantai Selatan Jadi Kosmetik Lulur Lumare

Peneliti UGM Sulap Garam Pantai Selatan Jadi Kosmetik Lulur Lumare

Yogyakarta – Tim peneliti dari Pusat Studi Sumberdaya dan Teknologi Kelautan (PSSTK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi produk kosmetik berupa lulur mandi berbahan dasar garam laut dan material alami. Produk yang diberi nama Lumare atau Cahaya dari Laut ini memanfaatkan garam dari pesisir selatan sebagai bahan baku utama karena dinilai memiliki kualitas yang bersih dan alami.

Ketua Tim Peneliti PSSTK UGM, Leni Sophia Heliani, mengatakan inovasi tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah garam produksi rakyat melalui pengembangan produk kosmetik bernilai ekonomi tinggi.

“Pada produk kosmetik ini, garam berfungsi sebagai bahan eksfoliasi alami yang membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus membersihkan kotoran pada permukaan kulit,” ujar Leni kepada wartawan.

Leni menjelaskan, Lumare hadir dalam dua pilihan varian, yakni kopi yang dikembangkan untuk membantu memberikan sensasi segar sekaligus memulihkan energi tubuh, serta matcha yang ditujukan untuk memberikan efek relaksasi dan membantu proses detoksifikasi kulit.

Peneliti UGM Sulap Garam Pantai Selatan Jadi Kosmetik Lulur Lumare
Tim peneliti dari Pusat Studi Sumberdaya dan Teknologi Kelautan (PSSTK) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan inovasi produk kosmetik berupa lulur mandi berbahan dasar garam laut Lumare atau Cahaya dari Laut. (katafoto/HO/Tim Lumare)

Menurut dosen Teknik Geodesi UGM tersebut, pengembangan Lumare sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 yang mendorong hilirisasi industri garam nasional menjadi berbagai produk bernilai tambah, termasuk kosmetik.

Ia menilai garam yang diproduksi petani di kawasan Pantai Selatan memiliki potensi besar sebagai bahan baku kosmetik premium karena diproses secara alami dengan kualitas yang baik.

Selain menghadirkan inovasi produk, penelitian ini juga bertujuan membuka peluang pasar baru bagi garam rakyat melalui diversifikasi usaha. Leni menyebut tren konsumen saat ini semakin mengarah pada produk perawatan tubuh berbahan alami, aman digunakan, dan ramah lingkungan.

Pada produk Lumare Salt Body Scrub, garam laut berkualitas tinggi dimanfaatkan sebagai bahan eksfoliasi alami untuk membantu mengangkat sel kulit mati. Produk tersebut juga telah melewati uji iritasi kulit (dermatologically tested) sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan penggunaan.

Sebagai bagian dari proses pengembangan, tim peneliti menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai riset pasar dan validasi produk di Fakultas Teknik UGM. Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan dari akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya terkait potensi pasar, strategi pengembangan, hingga kesiapan produk sebelum memasuki tahap hilirisasi dan komersialisasi.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, R. Hery Sulistio Hermawan, mengapresiasi inovasi yang dikembangkan tim peneliti UGM. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting agar hasil penelitian dapat dihilirisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

FGD yang dipandu oleh dosen Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya UGM, Arif Akhyat, dibagi dalam tiga sesi diskusi. Salah satu pembahasan berfokus pada peluang pasar kosmetik berbahan garam lokal.

Hasil diskusi menunjukkan bahwa produk perawatan tubuh, khususnya lulur berbahan alami, masih memiliki prospek pasar yang menjanjikan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk ramah lingkungan. Namun, tingkat pemahaman konsumen mengenai manfaat lulur berbahan garam laut masih perlu ditingkatkan melalui edukasi serta penguatan identitas merek agar mampu bersaing dengan produk sejenis.

Pada sesi akhir, peserta melakukan uji coba langsung terhadap produk Lumare dan memberikan berbagai masukan terkait kualitas produk, desain kemasan, aroma, segmentasi konsumen, hingga strategi pemasaran. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan penyempurnaan sebelum produk memasuki tahap komersialisasi.

Baca Juga

Jangan Tunggu Gundul, Ini 3 Tanda Ban Motor Wajib Diganti Secepatnya

Banyak pengendara motor lebih fokus merawat mesin atau sistem...

Tanpa Rompi Tahanan, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan

Jakarta – Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan mantan Jaksa...

Kurangi Kecanduan Gawai, Pemerintah Luncurkan Buku Saku 100 Permainan Tradisional

Jakarta – Pemerintah meluncurkan Buku Saku Generasi Berani Exploring...

Pemprov DKI Gelontorkan Rp249 Miliar untuk Perbaiki Sekolah Rusak

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan...

Begini Cara Menggoreng Ikan Beku agar Renyah dan Tidak Berminyak

Menggoreng ikan yang baru dikeluarkan dari freezer sering kali...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini