26.2 C
Jakarta
Sabtu, Agustus 1, 2026
BerandaKATA BERITAMEGAPOLITANPedestrian Deck Dukuh Atas Bakal Jadi Ikon dan Penghubung Kawasan TOD Jakarta

Pedestrian Deck Dukuh Atas Bakal Jadi Ikon dan Penghubung Kawasan TOD Jakarta

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui PT MRT Jakarta mulai merealisasikan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. Proyek ini mencakup wilayah Menteng dan Tanah Abang di Jakarta Pusat serta Setiabudi di Jakarta Selatan.

Pedestrian deck tersebut dirancang sebagai jembatan penyeberangan multifungsi yang akan menghubungkan enam moda transportasi umum di kawasan Dukuh Atas, sekaligus memperkuat integrasi antarmoda di salah satu simpul transportasi terbesar di Jakarta.

Tak hanya menjadi penghubung transportasi, pedestrian deck juga akan membuka konektivitas baru antara empat kuadran kawasan Dukuh Atas yang selama ini terpisahkan oleh Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Ciliwung. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mempermudah mobilitas pejalan kaki saat berpindah dari satu area ke area lainnya.

Pembangunan pedestrian deck menjadi bagian dari pengembangan kawasan TOD yang sebelumnya telah dilengkapi berbagai fasilitas pendukung pejalan kaki, seperti Terowongan Kendal, kawasan pedestrian Jalan Blora, serta Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas. Nantinya, pedestrian deck akan menjadi penghubung utama seluruh jaringan transit di kawasan tersebut.

Dengan desain berbentuk lingkaran berdiameter sekitar 100 meter, Pedestrian Deck Dukuh Atas diproyeksikan menjadi salah satu ikon baru Kota Jakarta.

Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta (Perseroda), Agus Trihan, menjelaskan konsep desain melingkar dipilih untuk menyelaraskan identitas arsitektur dengan sejumlah landmark yang telah lebih dahulu menjadi ikon ibu kota.

“Kalau lihat bangunan-bangunan atau ikon-ikon di Jakarta mulai dari Bundaran Senayan, GBK (Gelora Bung Karno), hingga Bundaran HI, semuanya bentuknya lingkaran, ya. Jadi, pedestrian deck juga memiliki desain yang selaras,” ujar Agus saat pemaparan di Kantor MRT Jakarta, Transport Hub Dukuh Atas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/7).

Ia menambahkan, konsep serupa juga dapat ditemukan pada sejumlah ruang publik dan bangunan ikonik Jakarta, seperti Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Halte Integrasi CSW, Bundaran Patung Kuda, hingga Jakarta International Stadium (JIS).

Meski demikian, Agus mengatakan desain yang dipaparkan saat ini masih berupa rancangan dasar (basic design). Desain akhir akan disusun oleh kontraktor yang memenangkan proses tender sesuai ketentuan yang berlaku.

“Sebenarnya ini baru basic design, untuk desain final akan dikerjakan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika memang diperlukan penempatan ornamen ikon Jakarta, tentu kami akan mengikutinya,” katanya.

PT MRT Jakarta juga membuka peluang menghadirkan sentuhan budaya Betawi melalui ornamen yang akan dipasang pada pedestrian deck.

Secara konstruksi, pedestrian deck akan dibangun melintasi Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Ciliwung dengan dukungan empat tiang utama. Infrastruktur tersebut memiliki bentang dengan total panjang lebih dari 300 meter.

Pembangunan fisik Pedestrian Deck Dukuh Atas ditargetkan dimulai pada November 2026 setelah proses tender selesai. Proyek senilai sekitar Rp361,7 miliar itu ditargetkan rampung pada 2028 dan seluruh pembiayaannya berasal dari PT MRT Jakarta.

Baca Juga

Penyakit Autoimun Bisa Menyerang Siapa Saja, Kenali Penyebab dan Gejalanya

Jakarta - Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem kekebalan...

SUV Listrik BMW iX3 Meluncur, Sekali Pengisian Melaju Hingga 919 Km

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) resmi mengungkap spesifikasi...

Siapa Perry Warjiyo? Ini Sosok Gubernur BI Dua Periode yang Memilih Mundur

Jakarta - Pemerintah mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo dari...

LEPAS E4 EV Tawarkan Jarak Tempuh 600 Km dan Fast Charging 20 Menit

Jakarta - LEPAS kembali menghadirkan kendaraan listrik Indonesia dengan...

Komisi Yudisial Bongkar Data Pelanggaran Etik Hakim, 121 Orang Terancam Sanksi

Jakarta - Komisi Yudisial (KY) mencatat peningkatan laporan masyarakat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini