katafoto, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta, Rabu (16/9).
Prabowo menyebut kehadiran jalur tersebut bukan sekadar penambahan infrastruktur transportasi, tetapi juga bagian dari pembangunan dan transformasi bangsa. Menurutnya, pengelolaan kawasan metropolitan Jakarta Raya dan Jabodetabek menjadi tantangan tersendiri karena jumlah penduduknya mencapai sekitar 42 juta jiwa.
“Bahwa kita bisa mengelola suatu aglomerasi, suatu metropolitan sebesar ini, 42 juta. Mungkin lebih besar dari banyak negara di dunia. Kita bisa mengelola dengan aman, dalam suasana demokratis, tapi tertib,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Prabowo, pembangunan Jakarta Raya juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Kerja sama tersebut dinilai diperlukan agar pembangunan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Presiden mengingatkan bahwa jabatan yang dimiliki para pemimpin pada dasarnya merupakan mandat untuk mengabdi kepada rakyat.
“Kita pelayan rakyat, kita petugasnya rakyat. Pikiran kita, tenaga kita, upaya kita, semuanya untuk rakyat Indonesia,” imbuh Presiden Prabowo.
Ia menegaskan, mandat tersebut harus dijalankan dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan masyarakat luas.
“Selama kita mau menerima mandat ini, selama kita mau menerima kehormatan melayani rakyat Indonesia, selama itu kita harus bekerja hanya untuk kepentingan yang besar, kepentingan bangsa, kepentingan rakyat,” ucap Kepala Negara.
Prabowo juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan mampu melewati berbagai persoalan dan terus bergerak menuju cita-cita yang telah diletakkan para pendiri bangsa.
“Saya yakin itu, sebentar lagi Indonesia dengan segala masalahnya kita akan bangkit dan kita akan menuju cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita,” pungkas Presiden Prabowo.
Prabowo Soroti Pertumbuhan Ekonomi Jakarta
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menilai kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan dampak terhadap pembangunan serta perekonomian.
Ia menyinggung laporan mengenai perkembangan ekonomi DKI Jakarta yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Menurut Prabowo, peningkatan aktivitas perusahaan dan investasi menjadi salah satu indikator perkembangan ekonomi di Ibu Kota.
“Tadi dilaporkan oleh Gubernur, pertumbuhan DKI meningkat, perusahaan-perusahaan yang tadi agak lesu sekarang bangkit, investasi naik luar biasa. Jadi ini menunjukkan bila pemimpin-pemimpin bisa kerja sama, bisa gotong royong dan harus gotong royong, tapi bisa dan mau gotong royong, mau kerja sama, bangsa ini akan bangkit menjadi bangsa yang luar biasa. Saya yakin itu,” ucap Kepala Negara.
Sementara itu, Pramono dalam laporannya menyampaikan sejumlah indikator ekonomi Jakarta yang disebut menunjukkan pertumbuhan positif.
“Jakarta triwulan ini tumbuh 5,52 persen, inflasi 2,5 persen, dan Jakarta memberikan kontribusi bagi perekonomian kita 16,32 persen. Yang juga menggembirakan Bapak Presiden, kalau dulu di tahun 2021 selama satu tahun penuh investasi Jakarta itu Rp103 triliun, dalam era 2 tahun ini dalam kepemimpinan Bapak, Jakarta tumbuh 162 persen. Di tahun 2025, investasi di Jakarta 270 triliun, bahkan di triwulan kedua tahun ini di tahun 2026 Jakarta investasinya 173 triliun,” ungkap Pramono.

