31.9 C
Jakarta
Sabtu, Oktober 31, 2026
BerandaKATA GAYA HIDUPKESEHATANBPJS Kesehatan Catat 38 Ribu Kasus Stroke pada Peserta JKN Usia Muda

BPJS Kesehatan Catat 38 Ribu Kasus Stroke pada Peserta JKN Usia Muda

katafoto, Jakarta – Stroke kini menjadi ancaman kesehatan yang tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia. BPJS Kesehatan mencatat peningkatan kasus penyakit tersebut dalam satu dekade terakhir, termasuk pada masyarakat usia produktif yang membutuhkan perhatian lebih serius.

Jumlah kasus stroke tercatat meningkat dari 1,47 juta kasus pada 2015 menjadi 9,56 juta kasus pada 2025. Seiring kenaikan tersebut, biaya penanganan stroke melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) juga mencapai Rp37,47 triliun selama periode 2015–2025.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan tren peningkatan kasus stroke pada kelompok usia produktif menjadi perhatian karena penyakit degeneratif tersebut semakin banyak dialami masyarakat berusia muda.

“Penyakit degeneratif seperti stroke sekarang tidak hanya dialami lansia, tetapi juga sudah banyak dialami masyarakat usia produktif,” ujar Rizzky dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10).

Data BPJS Kesehatan menunjukkan, sepanjang 2025 terdapat sekitar 38 ribu kasus stroke pada peserta JKN berusia 26–30 tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 53 persen merupakan laki-laki.

Angka itu meningkat dibandingkan dengan 2023 yang mencatat sekitar 26 ribu kasus dan 2024 sebanyak 34 ribu kasus pada kelompok usia yang sama.

Menurut Rizzky, peningkatan kasus dan munculnya stroke pada usia yang lebih muda perlu direspons melalui langkah pencegahan dan deteksi dini. Upaya tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, fasilitas kesehatan, tenaga medis, BPJS Kesehatan, hingga masyarakat.

Skrining Riwayat Kesehatan Bisa Diakses Peserta JKN

Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan peserta JKN adalah mengikuti Skrining Riwayat Kesehatan minimal satu kali dalam setahun.

Layanan ini ditujukan bagi peserta berusia 15 tahun ke atas untuk membantu mengidentifikasi risiko penyakit kronis. Peserta diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait pola hidup, riwayat penyakit pribadi, dan riwayat kesehatan keluarga.

Skrining dapat dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, situs resmi BPJS Kesehatan, atau dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.

Proses pengisian skrining tersebut relatif singkat, yakni sekitar 5–10 menit. Dengan pemeriksaan awal ini, peserta diharapkan dapat mengetahui potensi risiko kesehatan sehingga bisa mengambil langkah pencegahan atau berkonsultasi dengan tenaga medis jika diperlukan.

Selain skrining, BPJS Kesehatan mengembangkan Program Prolanis Muda sebagai respons terhadap meningkatnya penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus, pada masyarakat berusia di bawah 45 tahun.

Program berbasis komunitas tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara konsisten di kalangan generasi muda, sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Pola Hidup Sehat dan Gotong Royong Jaga Keberlanjutan JKN

Rizzky juga menekankan pentingnya prinsip gotong royong dalam menjaga keberlanjutan Program JKN. Melalui sistem tersebut, iuran peserta yang sehat turut membantu membiayai pelayanan kesehatan bagi peserta yang sedang sakit.

Karena itu, masyarakat diimbau menjaga kesehatan diri dan keluarga dengan menerapkan pola hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain rutin bergerak dan berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta menghindari kebiasaan merokok.

Deteksi dini juga dinilai penting untuk mencegah penyakit kronis berkembang menjadi kondisi yang lebih berat. Risiko kesehatan yang tidak diketahui atau tidak ditangani sejak awal berpotensi memerlukan penanganan lebih kompleks dan biaya pengobatan yang lebih besar.

“Skrining dan penanganan sejak dini juga berperan dalam mengendalikan biaya penyakit kronis. Risiko yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani sejak awal dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah dan membutuhkan biaya pengobatan lebih besar,” pungkasnya.

Baca Juga

Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin Buka Suara soal Serapan Tenaga Kerja Lokal

katafoto, Jakarta - Persoalan penyerapan tenaga kerja lokal menjadi...

Strategi Jitu Hadapi Harbolnas agar Keuntungan Bisnis Tetap Sehat

katafoto, Jakarta - Festival belanja daring seperti 10.10, 11.11,...

Danantara Bongkar Strategi Besar Transformasi BUMN, Teknologi dan Investasi Jadi Andalan

katafoto, Jakarta - Penguatan kinerja BUMN, pengembangan industri berbasis...

Hasilkan 9.000 Ton Sampah Sehari, Jakarta dan Bekasi Sepakat Kelola Bantargebang 5 Tahun

katafoto, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan...

Styles AsikFest 2026 Jadi Panggung bagi Kreator dan UMKM Lokal

katafoto, Jakarta - Lippo Malls Indonesia (LMI) menuntaskan penyelenggaraan...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini