31.5 C
Jakarta
Senin, April 13, 2026
BerandaKATA EKBISPemerintah Prioritaskan Bansos untuk Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Pemerintah Prioritaskan Bansos untuk Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar, menjelaskan bahwa pemberian bantuan sosial (bansos) dari pemerintah diprioritaskan kepada masyarakat yang memenuhi tiga kriteria utama, yaitu miskin ekstrem, miskin, dan miskin relatif.

“Bansos ini terutama ditujukan untuk mereka yang termasuk dalam kategori miskin. Ada tiga level kemiskinan, dan ini menjadi prioritas pemerintah,” kata Muhaimin di Jakarta, pada Sabtu (30/11) malam.

Muhaimin menambahkan bahwa anggaran pemerintah untuk penyaluran bansos berfungsi sebagai bantalan yang membantu masyarakat dengan tiga kategori kemiskinan tersebut dalam menghadapi tantangan kehidupan.

“Bansos merupakan salah satu bantalan untuk mengantisipasi ancaman hidup bagi masyarakat,” ujarnya.

Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat berkomitmen untuk meningkatkan dana bantuan sosial melalui efisiensi dan perampingan program dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meskipun angka pasti peningkatan dana tersebut belum diputuskan, langkah ini diharapkan dapat memperbesar alokasi bansos, sehingga dapat membantu masyarakat miskin untuk menjadi lebih produktif.

Muhaimin juga berharap pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2024 yang digelar di Bogor pada 7 November 2024, dapat diperoleh alokasi dana bansos sebesar Rp100 triliun pada 2025. “Kami berharap ini sukses, dan paling tidak, kita berdoa agar pada 2025 bisa ada tambahan bansos yang mencapai Rp100 triliun,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah sedang menggeser paradigma bantuan sosial menjadi program pemberdayaan yang lebih menyasar pada 8,3 persen dari total penduduk Indonesia, setara dengan 23 hingga 24 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 2,3 juta jiwa tergolong dalam kategori miskin ekstrem.

Program pemberdayaan ini mencakup berbagai bentuk dukungan, seperti pelatihan, akses permodalan, penciptaan pasar, peningkatan kelas UMKM, serta peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat, khususnya dalam memastikan ketersediaan bahan baku produksi.

Baca Juga

Harga Plastik Melonjak UMKM Terancam, Pemerintah Siapkan Solusi

Jakarta - Pemerintah tengah merancang langkah strategis menyeluruh untuk...

Mangrove Bali Terancam? KKP Ungkap Fakta di Balik Dugaan Limbah

Bali - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bergerak cepat...

Perjalanan Dinas Dipotong Besar-Besaran, Kemenag Fokus Layanan Publik

Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) melakukan berbagai langkah menghadapi...

Fosil 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu, Lebih Tua dari Sangiran?

Kawasan situs arkeologi Bumiayu kini menjadi sorotan setelah ditemukannya...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini