26.2 C
Jakarta
Rabu, Juli 15, 2026
BerandaTREN OTOMOBILTesla Shanghai Megafactory Siap Produksi 10.000 Megapack per Tahun, Tantang Pasar Tiongkok

Tesla Shanghai Megafactory Siap Produksi 10.000 Megapack per Tahun, Tantang Pasar Tiongkok

Tesla Shanghai Megafactory dijadwalkan memulai produksi massal pada 11 Februari 2025. Pabrik ini menjadi fasilitas penyimpanan energi pertama Tesla di luar Amerika Serikat dan dibangun dalam waktu tujuh bulan, dengan uji coba produksi yang telah dimulai pada akhir 2024.

Pembangunan Megafactory dimulai pada Mei 2024. Berbeda dengan Tesla Shanghai Gigafactory yang berfokus pada produksi kendaraan listrik, Megafactory ini khusus memproduksi baterai penyimpanan energi yang dikenal sebagai Megapack. Tesla menargetkan produksi massal Megapack pada kuartal pertama 2025 dengan kapasitas tahunan mencapai 10.000 unit dan total kapasitas penyimpanan energi sebesar 40 GWh.

Tesla Shanghai Megafactory Siap Produksi 10.000 Megapack per Tahun, Tantang Pasar Tiongkok
Tesla Shanghai Megafactory ini khusus memproduksi baterai penyimpanan energi yang dikenal sebagai Megapack. (katafoto/HO/carnewschina)

Menurut laporan Shanghai Securities News milik Xinhua, Tesla Megafactory yang berlokasi di distrik Lingang, Pudong, Shanghai, akan terus meningkatkan kapasitas produksi sepanjang kuartal pertama. Pelanggan pertama dari fasilitas ini adalah Shanghai Lingang Economic Development Group, yang telah menandatangani kontrak pembelian Megapack pada Mei 2024.

Industri penyimpanan energi di Tiongkok berkembang pesat, terutama untuk mendukung stabilitas jaringan listrik yang mengandalkan energi terbarukan seperti tenaga surya. Sejumlah perusahaan besar seperti BYD, Star Charge, CATL, dan GoodWe sudah lebih dulu terjun di sektor ini, menjadikan Tesla harus bersaing ketat di pasar yang kompetitif. Perlu dicatat bahwa CATL dan BYD juga berperan sebagai pemasok sel baterai untuk Megafactory Tesla.

Megapack Tesla mampu menyimpan lebih dari 3 MWh energi dengan desain modular yang memungkinkan skalabilitas tinggi. Menurut laporan, kapasitas ini cukup untuk menyediakan daya bagi 3.600 rumah di Shanghai selama satu jam, membantu mengurangi risiko pemadaman listrik di kawasan tersebut.

Baca Juga

Pasar Senen Masih Jadi Raja, Ini Daftar 10 Stasiun Kereta Tersibuk di Indonesia

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat tingginya...

Keramik Klampok dan Ritual Ujungan Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Banjarnegara - Dua kekayaan budaya asal Kabupaten Banjarnegara, Jawa...

Logo Pacu Jalur 2026 Resmi Terpilih, Desainer Asal Surabaya Jadi Juara

Riau - Desainer grafis asal Surabaya, Melchias Ari Setiadji,...

Buruh Usul Batas Pajak JHT Naik Menjadi Rp400 Juta, Ini Respons Kemenkeu

Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said...

Kopdes Merah Putih Siap Salurkan Barang Subsidi dan Kredit Murah

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini