29.7 C
Jakarta
Jumat, Mei 1, 2026
BerandaKATA BERITADAERAHLapor Gayeng, Layanan Paspor Simpatik bagi Warga Jateng

Lapor Gayeng, Layanan Paspor Simpatik bagi Warga Jateng

Surakarta – Direktorat Jenderal Imigrasi membuka Lapor Gayeng (Layanan Paspor Simpatik Imigrasi se-Jateng) yang digelar pada Sabtu dan Minggu, 5-6 Oktober 2024 di Surakarta, Jawa Tengah. Sebanyak 20 booth layanan dengan kuota 2024 pemohon terdiri dari gabungan dari 6 (enam) kantor imigrasi di wilayah kerja Kantor Wilayah  (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah. Kanwil tersebut di antaranya dari Kantor Imigrasi Surakarta, Semarang, Pemalang, Pati, Cilacap, dan Kantor Imigrasi Wonosobo. 

“Lapor Gayeng ini jawaban kami terhadap aspirasi publik, yang sering tidak dapat kuota karena tingginya animo masyarakat dalam pengurusan paspor. Makanya kami adakan di akhir pekan mulai dari jam 08.00 s.d. jam 17.00, kami buka 2024 kuota agar semua bisa punya kesempatan mengurus paspor,” ungkap Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim dikutip dari keterangan tertulis.

Lapor Gayeng, Layanan Paspor Simpatik bagi Warga Jateng
Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim memberi keterangan pers saat meninjau Lapor Gayeng (Layanan Paspor Simpatik Imigrasi se-Jateng) di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (05/10/2024) (katafoto/HO/Dirjen Imigrasi)

Sementara jenis permohonan yang dilayani Lapor Gayeng di antaranya adalah permohonan paspor baru dan penggantian karena habis masa berlaku. Masyarakat yang ingin mengurus paspor di Lapor Gayeng harus mendaftar online melalui formulir Google yang disediakan oleh penyelenggara, yang saat ini sudah ditutup. 

“Lapor Gayeng tersedia kuota walk-in Layanan Prioritas bagi wanita hamil, bayi dan lansia, jadi bisa langsung datang tanpa daftar lebih dulu. Sedangkan khusus di hari Minggu (06/10), kami buka (datang langsung) untuk semuanya,” imbuh Silmy. 

Silmy mengharapkan layanan serupa bisa digelar secara berkala di seluruh Indonesia, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan layanan imigrasi.

“Saya mengimbau agar kegiatan serupa bisa diselenggarakan secara berkala, terutama di daerah-daerah dengan permohonan paspor yang tinggi agar waiting list pemohon paspor di kanim-kanim bisa terurai. Good Job, Jateng!” tutup Silmy.

Baca Juga

Bukan Sekadar Estetika, Arsitektur Masa Depan Harus Ramah Iklim

Jakarta - Penggunaan material seperti baja lapis (coated steel)...

Tak Perlu Bayar, Ini Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di DKI

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menghadirkan...

Sekolah Rakyat Butuh 9.000 Tenaga Baru, Kesempatan Emas Jadi Guru

Jakarta - Kementerian Sosial mengusulkan penambahan lebih dari 5.000...

Siap Hadapi Era AI, Ribuan Siswa SMK Ikut Coding Camp DBS

Bogor - Menjawab meningkatnya kebutuhan keterampilan kecerdasan buatan (AI)...

Knalpot Motor Keluar Asap Putih? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan

Jakarta - Semua knalpot motor pada dasarnya mengeluarkan asap...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini