26.9 C
Jakarta
Selasa, Maret 10, 2026
BerandaTREN OTOMOBILPerbedaan Baterai EV Terhadap Performa Kendaraan, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan Baterai EV Terhadap Performa Kendaraan, Mana yang Lebih Baik?

Komponen paling krusial dalam dunia kendaraan listrik (EV) adalah baterai. Meskipun teknologi ini telah berkembang sejak abad ke-19, baterai lithium-ion komersial baru diperkenalkan oleh Sony pada tahun 1991. Kini, kita sering mendengar berbagai istilah untuk jenis baterai EV, seperti lithium-iron-phosphate (LFP) dan nickel-manganese-cobalt (NMC). Namun, apakah perbedaannya benar-benar signifikan?

Faktanya, meskipun memiliki nama yang berbeda, semua jenis ini tetap termasuk dalam kategori baterai lithium-ion. Mereka bekerja dengan prinsip yang sama dan memiliki komponen dasar yang serupa.

Bagaimana Cara Kerja Baterai EV?

Sebuah baterai EV terdiri dari ratusan sel baterai kecil yang dikemas bersama dalam satu unit besar untuk menghasilkan daya yang dibutuhkan kendaraan. Setiap sel memiliki:

  • Katoda (elektroda positif)
  • Anoda (elektroda negatif, biasanya berbasis karbon/grafit)
  • Elektrolit cair yang memungkinkan pergerakan ion lithium
  • Pemisah non-konduktif untuk mencegah hubungan langsung antara katoda dan anoda

Sel baterai ini dapat memiliki berbagai bentuk, seperti silinder, prisma, atau pipih.

Jenis Baterai EV: LFP vs. NMC

Perbedaan utama antara berbagai jenis baterai lithium-ion terletak pada komposisi katoda. Dua tipe paling umum seperti dikutip dari laman autocar india dalah:

Nickel-Manganese-Cobalt (NMC):  Memiliki kepadatan energi tinggi, meningkatkan jangkauan EV, mengandung kobalt, yang membantu daya tahan dan efisiensi daya dan cenderung lebih mahal karena bahan bakunya

Lithium-Iron-Phosphate (LFP): Lebih terjangkau karena tidak menggunakan nikel atau kobalt, lebih stabil dan tahan lama, mengurangi risiko panas berlebih dan umumnya memiliki kepadatan energi lebih rendah dibandingkan NMC

Meski berbeda dalam komposisi, mekanisme kerja kedua jenis baterai ini tetap sama. Saat pengisian daya, ion lithium bergerak dari katoda ke anoda. Saat energi digunakan untuk menggerakkan kendaraan, ion-ion tersebut kembali ke katoda.

Jenis Baterai Mana yang Lebih Baik?

Jika Anda mempertimbangkan keberlanjutan, baterai LFP yang tidak mengandung logam berat seperti nikel dan kobalt dapat dianggap lebih ramah lingkungan. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah performa dan daya tahan—bukan sekadar bahan kimianya.

Baik NMC maupun LFP memiliki keunggulan masing-masing. NMC cocok bagi yang menginginkan jangkauan lebih jauh, sementara LFP lebih stabil dan ekonomis. Pemilihan baterai yang tepat bergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna.

Baca Juga

PLN Group Tunjukkan Taring di Malaysia, Proyek Kereta Listrik Rampung Lebih Awal

Jakarta - Subholding PT PLN Nusantara Power (PLN NP)...

Indosat Gandeng Ericsson, Hadirkan Layanan Digital Lebih Cepat untuk 100 Juta Pelanggan

Jakarta - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) bersama Ericsson (NASDAQ:...

Mengejutkan, Ternyata 206 Lapangan Padel di Jakarta Kena Sanksi Administratif

Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi...

Waspada Campak Saat Libur Lebaran, Kemenkes Siapkan Langkah Antisipasi

Jakarta - Lonjakan mobilitas masyarakat menjelang mudik dan libur...

Antisipasi Kekeringan dan Geopolitik Global, Mentan Pastikan Pasokan Pangan Aman

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggelar rapat...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini