30.4 C
Jakarta
Sabtu, Juni 13, 2026
BerandaTREN OTOMOBILPerbedaan Baterai EV Terhadap Performa Kendaraan, Mana yang Lebih Baik?

Perbedaan Baterai EV Terhadap Performa Kendaraan, Mana yang Lebih Baik?

Komponen paling krusial dalam dunia kendaraan listrik (EV) adalah baterai. Meskipun teknologi ini telah berkembang sejak abad ke-19, baterai lithium-ion komersial baru diperkenalkan oleh Sony pada tahun 1991. Kini, kita sering mendengar berbagai istilah untuk jenis baterai EV, seperti lithium-iron-phosphate (LFP) dan nickel-manganese-cobalt (NMC). Namun, apakah perbedaannya benar-benar signifikan?

Faktanya, meskipun memiliki nama yang berbeda, semua jenis ini tetap termasuk dalam kategori baterai lithium-ion. Mereka bekerja dengan prinsip yang sama dan memiliki komponen dasar yang serupa.

Bagaimana Cara Kerja Baterai EV?

Sebuah baterai EV terdiri dari ratusan sel baterai kecil yang dikemas bersama dalam satu unit besar untuk menghasilkan daya yang dibutuhkan kendaraan. Setiap sel memiliki:

  • Katoda (elektroda positif)
  • Anoda (elektroda negatif, biasanya berbasis karbon/grafit)
  • Elektrolit cair yang memungkinkan pergerakan ion lithium
  • Pemisah non-konduktif untuk mencegah hubungan langsung antara katoda dan anoda

Sel baterai ini dapat memiliki berbagai bentuk, seperti silinder, prisma, atau pipih.

Jenis Baterai EV: LFP vs. NMC

Perbedaan utama antara berbagai jenis baterai lithium-ion terletak pada komposisi katoda. Dua tipe paling umum seperti dikutip dari laman autocar india dalah:

Nickel-Manganese-Cobalt (NMC):  Memiliki kepadatan energi tinggi, meningkatkan jangkauan EV, mengandung kobalt, yang membantu daya tahan dan efisiensi daya dan cenderung lebih mahal karena bahan bakunya

Lithium-Iron-Phosphate (LFP): Lebih terjangkau karena tidak menggunakan nikel atau kobalt, lebih stabil dan tahan lama, mengurangi risiko panas berlebih dan umumnya memiliki kepadatan energi lebih rendah dibandingkan NMC

Meski berbeda dalam komposisi, mekanisme kerja kedua jenis baterai ini tetap sama. Saat pengisian daya, ion lithium bergerak dari katoda ke anoda. Saat energi digunakan untuk menggerakkan kendaraan, ion-ion tersebut kembali ke katoda.

Jenis Baterai Mana yang Lebih Baik?

Jika Anda mempertimbangkan keberlanjutan, baterai LFP yang tidak mengandung logam berat seperti nikel dan kobalt dapat dianggap lebih ramah lingkungan. Namun, dalam penggunaan sehari-hari, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah performa dan daya tahan—bukan sekadar bahan kimianya.

Baik NMC maupun LFP memiliki keunggulan masing-masing. NMC cocok bagi yang menginginkan jangkauan lebih jauh, sementara LFP lebih stabil dan ekonomis. Pemilihan baterai yang tepat bergantung pada kebutuhan dan preferensi pengguna.

Baca Juga

Data Geospasial Dinilai Jadi Kunci Penyelesaian Sengketa Lahan Pasuruan

Jakarta - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil)...

BMKG Sebut Musim Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Panjang dari Biasanya

Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan...

Pertamax Naik Tajam, Ekonom Sebut Konsumen Sangat Mungkin Pindah ke Pertalite

Jakarta - Ekonom Center of Reform on Economics (CORE),...

Rupiah Melemah, Peritel Wanti-Wanti Harga Fesyen di Mal Bakal Melonjak

Jakarta - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia...

Kasus Korupsi yang Menyeret Silmy Karim Berawal dari Keluhan Pelayanan Imigrasi

Jakarta - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto...

Ikuti kami

- Notifikasi berita terupdate

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini